Internationalmedia.co.id – News – Suasana mencekam menyelimuti sebuah universitas di wilayah selatan Amerika Serikat setelah insiden penembakan brutal terjadi pada Kamis (12/2) malam waktu setempat. Peristiwa tragis ini dilaporkan menewaskan dua individu dan menyebabkan satu lainnya mengalami luka-luka, memicu kepanikan dan penguncian kampus.
Pihak administrasi South Carolina State University segera mengambil tindakan darurat, memberlakukan lockdown menyeluruh pada pukul 21.15 waktu setempat setelah menerima laporan adanya penembakan di salah satu apartemen di kompleks hunian mahasiswa, Hugine Suites. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan seluruh komunitas kampus.

Hingga berita ini diturunkan, identitas para korban yang tewas maupun kondisi terkini dari individu yang terluka belum dapat dikonfirmasi secara resmi oleh pihak universitas. Dalam pernyataan yang dirilis, mereka menegaskan bahwa status lockdown kampus masih diberlakukan tanpa batas waktu yang jelas, seperti dilansir kantor berita AFP pada Jumat (13/2).
Meskipun demikian, belum ada informasi resmi mengenai penangkapan tersangka terkait insiden ini. Pihak universitas menyatakan bahwa lembaga penegak hukum setempat telah dikerahkan untuk membantu dalam patroli keamanan di dalam dan sekitar area kampus, berupaya mengungkap motif dan pelaku di balik penembakan tragis ini.
Sebagai dampak langsung dari insiden ini, seluruh jadwal perkuliahan untuk hari Jumat (13/2) telah dibatalkan. Keputusan ini diambil demi keselamatan mahasiswa dan staf, serta untuk memberikan ruang bagi proses investigasi yang sedang berlangsung.
Insiden penembakan di South Carolina State University ini menambah daftar panjang kasus kekerasan senjata api yang kerap melanda institusi pendidikan di Amerika Serikat. Upaya untuk memperketat regulasi akses terhadap senjata api di negara tersebut hingga kini masih menghadapi kebuntuan politik yang kompleks, menyisakan kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat.

