Sebuah insiden penembakan brutal mengguncang area Universitas Brown, Amerika Serikat, menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya. Seorang mahasiswi, Sophia Holman, menjadi saksi mata yang menceritakan momen-momen mengerikan saat suara tembakan pecah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Holman, yang saat itu sedang mencari ruang kelas di gedung teknik kampus Ivy League tersebut, tiba-tiba mendengar rentetan tembakan.
Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari aktivitas di bengkel kayu sekolah. Namun, keraguannya sirna ketika ia melihat seseorang berlari panik melewatinya. Tanpa berpikir panjang, Holman pun ikut berlari menyelamatkan diri dari potensi bahaya yang mengintai.

Setelah berhasil berlari sejauh satu blok ke arah timur, Holman segera menghubungi pihak kepolisian. Ia memuji kecepatan respons aparat kampus yang langsung bergerak menanggapi insiden tersebut. Selama beberapa jam setelah kejadian, Holman bersama warga kampus lainnya harus berlindung di tempat aman sementara polisi masih memburu pelaku. "Semua orang sangat tegang," ungkapnya, menggambarkan suasana mencekam pasca-penembakan.
Meski diliputi kekacauan dan ketakutan, Holman juga merasakan adanya kepercayaan yang kuat terhadap aparat dan tim medis. "Saat ini memang banyak kekacauan dan ketakutan, namun saya yakin ada juga kepercayaan bahwa mereka (polisi) hadir secepat mungkin, dan staf medis melakukan segala upaya terbaik untuk semua korban yang terluka," tuturnya.
Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu (13/12) malam waktu setempat. Selain dua korban jiwa, delapan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, pelaku penembakan masih buron. "Saat ini kami belum menahan pelaku penembakan," kata Wali Kota Providence, Rhode Island, Brett Smiley, seperti dikutip oleh internationalmedia.co.id.
Universitas Brown sendiri dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan paling bergengsi di Amerika Serikat. Kampus ini merupakan bagian dari Ivy League, sebuah kelompok delapan universitas swasta di timur laut AS yang diakui atas keunggulan akademis dan jaringan alumninya yang sangat prestisius.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut angkat bicara mengenai insiden memilukan ini. Trump menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memberikan pertolongan maksimal kepada para korban yang terluka. "Saya telah diberi pengarahan lengkap tentang situasi di Universitas Brown, betapa mengerikannya hal itu," ujar Trump, seperti dilansir internationalmedia.co.id pada Minggu (14/12).

