Pengakuan Prancis atas negara Palestina mendapat kecaman keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Internationalmedia.co.id melaporkan, Trump menyebut pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang akan mengakui Palestina sebagai negara "tidak berbobot". Pernyataan mengejutkan ini dilontarkan Trump kepada wartawan, menanggapi pengumuman Macron sehari sebelumnya.
"Dia orang yang baik, saya menyukainya, tetapi pernyataannya tidak berbobot," ujar Trump, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari AFP, Sabtu (26/7/2025). Trump juga tak segan menyalahkan Hamas atas kegagalan negosiasi gencatan senjata di Gaza yang dimediasi di Doha, Qatar. Ia menuduh Hamas sama sekali tidak menginginkan perdamaian.

"Sayang sekali. Hamas sebenarnya tidak ingin membuat kesepakatan. Saya pikir mereka ingin perang," tegas Trump. Mediasi yang melibatkan delegasi Israel dan Hamas selama lebih dari dua minggu akhirnya kandas setelah AS menarik diri dari perundingan. Meskipun demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pemerintahnya masih berupaya mencapai kesepakatan.
Trump kembali menyerang Hamas, "Sekarang kita hanya punya sandera terakhir, dan mereka tahu apa yang terjadi setelah kita mendapatkan sandera terakhir." Sebelumnya, Kamis (24/7/2025), Macron mengumumkan melalui media sosial bahwa Prancis akan mengakui negara Palestina di Sidang Umum PBB pada September mendatang. "Sejalan dengan komitmen bersejarah untuk perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya memutuskan Prancis akan mengakui Negara Palestina. Pengumuman resmi akan saya sampaikan di Sidang Umum PBB pada September," tulis Macron. Ia menambahkan, "Saat ini, yang mendesak adalah mengakhiri perang di Gaza dan memberikan bantuan kepada warga sipil. Perdamaian itu mungkin terjadi."

