Thursday, 13 June 2024

Search

Thursday, 13 June 2024

Search

Leher Teriris Benang Gelasan, Vestival Layangan Tewaskan 6 Orang

Kompetisi layang-layang tahunan India menimbulkan korban jiwa.

INDIA – Kompetisi layang-layang tahunan di India memakan korban jiwa. Setidaknya 6 korban tewas karena lehernya teriris benang gelasan yang digunakan peserta kompetisi.

Dikutip VOA, polisi mengatakan enam orang tewas di negara bagian Gujarat, India, dalam festival yang digelar pada 14 Januari lalu setelah leher mereka teriris benang gelasan.

Dari enam korban, tiga di antaranya adalah anak-anak. Bahkan salah seorang korban masih berumur 2 tahun. Mereka tewas setelah benang gelasan yang tajam, yang digunakan oleh “petarung layang-layang”  yang ikut dalam festival Uttarayan, menjerat dan mengiris leher mereka.

Polisi Gujarat mengatakan,  saat ribuan orang — kebanyakan anak muda —  di berbagai distrik berbondong-bondong ke lapangan terbuka atau di atap rumah selama mengikuti festival dan menerbangkan layangan mereka.

Selain 6 orang tewas, dilaporkan juga sedikitnya 176 orang terluka oleh benang itu dan jatuh dari tempat mereka menonton.

Sewaktu menerbangkan layang-layang, para petarung kerap beradu di udara, dengan saling berupaya memutuskan tali layangan lawan mereka. Dalam pertarungan itu, tali kadang-kadang berayun mendekat ke tanah atau tersangkut di pohon dan tiang listrik, kadang-kadang menimbulkan kecelakaan seperti yang terjadi di Gujarat.

Secara tradisional, tali layangan dibuat dari benang katun. Tetapi dalam beberapa tahun ini, petarung layang-layang India telah menggunakan tali sintetis atau nilon yang tajam yang dilapisi gelas bubuk yang disebut manjha China, yang hampir semuanya dibuat di India. Manjha, yang berasal dari China, tidak mudah putus.

Padahal penggunaan  manjha telah dilarang di India sejak 2017, dan siapapun yang kedapatan menjual atau menggunakan benang pembunuh itu menghadapi ancaman denda maksimal USD1.230 dan hukuman penjara maksimal lima tahun. Di luar penggerebekan polisi yang menargetkan para penjual manjha, larangan ini jarang sekali ditegakkan. Terlepas dari denda yang besar, penggunaan manjha masih meluas, terutama di kalangan orang-orang muda pada musim festival layang-layang dan festival lainnya. ***

Osmar Siahaan

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media