Sebuah tragedi mengguncang China tengah saat perayaan Tahun Baru Imlek. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, sebuah toko kembang api di Provinsi Hubei meledak hebat pada Rabu (18/2), menewaskan sedikitnya 12 orang dan menyisakan duka mendalam di tengah kemeriahan liburan.
Insiden mematikan ini terjadi tepat di hari kedua liburan Imlek, sebuah periode di mana tradisi menyalakan kembang api dan petasan sangat kental di seluruh penjuru Tiongkok. Meskipun kota-kota besar seperti Beijing telah memberlakukan larangan ketat, terutama karena masalah polusi udara, praktik ini masih marak dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan di kota-kota kecil serta daerah pedesaan.

Menurut laporan stasiun televisi pemerintah China, CCTV, yang mengutip otoritas setempat, ledakan dahsyat itu terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat di sebuah toko kembang api dan petasan di kota Zhengji, Provinsi Hubei. Area seluas kurang lebih 50 meter persegi hangus terbakar akibat insiden tersebut. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
Tragedi serupa bukan kali pertama terjadi. Hanya beberapa hari sebelumnya, tepatnya Minggu lalu, delapan orang tewas dan dua lainnya terluka akibat ledakan di sebuah toko kembang api di Provinsi Jiangsu, China timur. Rentetan kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius.
Menyikapi serangkaian insiden ini, Kementerian Manajemen Darurat China segera mengeluarkan imbauan tegas. Mereka mendesak seluruh perusahaan kembang api di penjuru negeri untuk memperketat pengawasan dan melaksanakan "inspeksi menyeluruh" guna mengidentifikasi serta mengatasi potensi risiko keselamatan. Peringatan juga disampaikan kepada masyarakat agar menghindari praktik berbahaya seperti uji tembak sembarangan atau merokok di dekat area penjualan kembang api.
China memang kerap dihadapkan pada masalah kecelakaan industri yang fatal, seringkali diakibatkan oleh standar keselamatan yang belum memadai. Bulan ini saja, delapan pekerja tewas dalam ledakan di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, China utara. Sementara itu, pada akhir Januari, ledakan di pabrik baja di Provinsi Mongolia Dalam merenggut nyawa setidaknya sembilan orang. Insiden-insiden ini menggarisbawahi urgensi peningkatan standar keselamatan di berbagai sektor industri.

