Internationalmedia.co.id – News melaporkan situasi mencekam yang menyelimuti Israel pada Minggu pagi, menyusul rentetan serangan rudal yang dilancarkan oleh Iran. Peringatan dini berupa bunyi sirene serangan udara menggema di wilayah utara Israel, mendesak warga untuk segera mencari perlindungan di tempat evakuasi atau ruang aman.
Menurut laporan AFP yang diterima pada Minggu (8/3/2026), militer Israel mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara mereka telah aktif menanggapi proyektil yang ditembakkan dari Iran menuju kedaulatan negara tersebut. Meskipun insiden ini memicu kekhawatiran luas, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa. Komando Pertahanan Dalam Negeri militer secara spesifik menginstruksikan penduduk di sebagian besar wilayah Israel utara, termasuk kota pelabuhan strategis Haifa, untuk segera menuju tempat perlindungan yang aman saat sirene berbunyi.

Beberapa waktu setelahnya, ketegangan mereda seiring dengan pencabutan peringatan darurat. Militer Israel kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengizinkan warga untuk meninggalkan lokasi perlindungan di seluruh wilayah. Media-media lokal di Israel melaporkan bahwa sejumlah rudal memang berhasil diluncurkan, namun sebagian besar di antaranya berhasil diintersepsi oleh sistem pertahanan Israel, meminimalisir dampak yang lebih buruk.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas, yang bermula sejak 28 Februari dengan serangan yang dikaitkan dengan AS dan Israel terhadap Iran. Sejak saat itu, rentetan serangan rudal Iran dilaporkan telah mengakibatkan korban jiwa, dengan total 10 orang tewas di Israel.

