Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Ladang Gas Raksasa Iran Diserang Trump Beri Peringatan Keras
Trending Indonesia

Ladang Gas Raksasa Iran Diserang Trump Beri Peringatan Keras

GunawatiBy Gunawati19-03-2026 - 21.00Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Ladang Gas Raksasa Iran Diserang Trump Beri Peringatan Keras
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah fasilitas ladang gas Pars Selatan milik Iran, yang dikenal sebagai cadangan gas alam terbesar di dunia, dilaporkan dihantam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Insiden yang terjadi di Teluk Persia ini memicu kebakaran hebat, mengancam pasokan energi global dan stabilitas regional. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa serangan ini terjadi pada Kamis (19/3/2026), memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Menurut laporan televisi pemerintah Iran, yang mengutip Ehsan Jahanian, wakil gubernur provinsi Bushehr selatan, "sebagian fasilitas gas di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh telah dihantam oleh proyektil yang ditembakkan oleh musuh Amerika-Zionis." Pernyataan ini, seperti dilansir AFP, mengonfirmasi dampak langsung terhadap infrastruktur vital Iran.

Ladang Gas Raksasa Iran Diserang Trump Beri Peringatan Keras
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ladang gas raksasa South Pars, atau dikenal juga sebagai South Pars/North Dome, bukan sekadar fasilitas biasa. Ia adalah cadangan gas alam terbesar yang pernah ditemukan di dunia, bertanggung jawab atas sekitar 70% kebutuhan gas domestik Iran. Iran telah mengelola dan mengembangkan bagiannya dari ladang raksasa ini, yang juga berbagi dengan Qatar (dikenal sebagai North Dome), sejak akhir tahun 1990-an. Penting untuk dicatat bahwa ini bukan kali pertama ladang ini menjadi sasaran; Israel juga pernah menyerang fasilitas Iran di ladang tersebut selama perang 12 hari pada Juni 2025.

Imbas dari serangan ini langsung terasa di pasar global. Harga minyak mentah melonjak tajam setelah insiden 18 Maret 2026 tersebut, memicu seruan Teheran untuk melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump, seperti dilansir Al Jazeera, sempat mengkritik Israel atas serangan serupa terhadap South Pars, khawatir hal itu akan memprovokasi Iran untuk menargetkan lokasi energi di Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Untuk memahami skala kepentingannya, ladang Pars Selatan merupakan segmen Iran dari cadangan gas alam terbesar di dunia, dengan bagian lainnya dikelola oleh Qatar sebagai North Dome. Secara keseluruhan, cadangan ini diperkirakan menyimpan sekitar 1.800 triliun kaki kubik gas yang dapat dieksploitasi – jumlah yang fantastis, cukup untuk memenuhi kebutuhan energi global selama 13 tahun. Mayoritas gas yang dihasilkan Teheran dari South Pars dialokasikan untuk konsumsi domestik, menunjukkan betapa krusialnya ladang ini bagi keamanan energi Iran.

Menariknya, Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidaktahuannya mengenai keterlibatan sekutunya, Israel, dalam serangan terhadap ladang gas Pars Selatan. Namun, dalam unggahan di Truth Social yang dikutip CNN pada Kamis (19/3), Trump tidak ragu melontarkan ancaman keras. Ia menuduh Israel "menyerang secara brutal" fasilitas utama tersebut karena "marah atas apa yang telah terjadi di Timur Tengah." Meski demikian, Trump menegaskan, "Amerika Serikat tidak mengetahui apa pun tentang serangan khusus ini," dan menambahkan bahwa Qatar juga tidak memiliki informasi. Ia kemudian mengklaim bahwa Iran, tanpa memahami fakta sebenarnya, "secara tidak adil dan tanpa alasan menyerang sebagian fasilitas gas LNG Qatar." Ancaman Trump semakin serius: jika Iran terus menyerang pihak yang tidak bersalah sebagai balasan, "Amerika Serikat, dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan Israel, akan menghancurkan seluruh Ladang Gas South Pars secara besar-besaran dengan kekuatan dan daya yang belum pernah dilihat atau disaksikan Iran sebelumnya." Ini menunjukkan kompleksitas dan potensi bahaya dari situasi geopolitik yang sedang berlangsung.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Teluk Bergetar Iran Balas Serangan

19-03-2026 - 21.45

Trump Tak Tahu Serangan Israel Ladang Gas Iran Terancam Hancur

19-03-2026 - 21.30

Iran Geger Tiga Pejabat Penting Tewas

19-03-2026 - 21.15

Serangan Iran Berbalik Arah Riyadh Tak Akan Gentar

19-03-2026 - 18.45

Miliarder Pilot Jet Kembali Pimpin Thailand Siapa Dia Sebenarnya

19-03-2026 - 18.30

Putin Berduka Ketegangan Memuncak

19-03-2026 - 18.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.