Internationalmedia.co.id – News melaporkan, upaya pencarian delapan individu, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal, yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau memasuki hari ketiga tanpa hasil signifikan. Meskipun tim SAR menemukan beberapa petunjuk seperti jaket pelampung dan botol, belum ada kepastian apakah temuan tersebut berkaitan langsung dengan para korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyatakan di Posko Gabungan SAR Carita, Pandeglang, Kamis (10/9/2026), bahwa dari enam sektor pencarian yang disisir, hanya jaket pelampung dan botol yang berhasil ditemukan. "Selebihnya dari enam sektor ini masih nihil," ujar Al Amrad. Ia menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan apakah jaket pelampung tersebut milik kapal yang ditumpangi jurnalis, dan proses identifikasi akan dilakukan setelah temuan tiba di Dermaga Ciwandan.

Kendala serius dihadapi tim SAR dalam upaya pencarian menggunakan drone. Al Amrad menjelaskan, percobaan pencarian via udara yang semula difokuskan di sekitar Gunung Anak Krakatau kemudian dialihkan ke Pulau Sebesi, namun selalu terkendala. "Untuk hari ini informasi dari rekan-rekan di lapangan yang menggunakan drone yaitu KN SAR Tetuka mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat pekat," terangnya, menyoroti pekatnya abu vulkanik yang menghalangi pandangan.
Selain itu, Pulau Sertung hingga kini belum dapat dijangkau oleh tim SAR. Al Amrad menegaskan bahwa pulau tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, menjadikannya zona terlarang dan terlalu berisiko untuk dimasuki tim pencari.
Dengan berbagai rintangan yang menghadang, tim SAR gabungan menyatakan komitmen untuk terus melanjutkan pencarian, berharap dapat segera menemukan titik terang dan membawa pulang para jurnalis serta kru kapal yang hingga kini masih menjadi misteri.
