Internationalmedia.co.id – News – Rentetan serangan drone Ukraina kembali mengguncang wilayah Rusia, dengan salah satu insiden paling signifikan menghantam sebuah kilang minyak vital hingga memicu kobaran api besar. Insiden ini terjadi di tengah klaim Moskow yang berhasil menangkis 113 drone dalam semalam, sebuah eskalasi yang menggarisbawahi intensitas konflik yang terus memanas.
Serangan udara ini pecah tak lama setelah Kyiv dan Moskow baru saja menyelesaikan pembicaraan selama dua hari yang dimediasi Amerika Serikat di Jenewa, Swiss. Diskusi tersebut, yang berlangsung pada Rabu (17/2) waktu setempat, bertujuan mencari resolusi untuk perang yang telah berkecamuk selama empat tahun terakhir di Ukraina. Namun, kedua belah pihak menggambarkan negosiasi itu ‘sulit’ dan tidak ada terobosan signifikan yang diumumkan, menyiratkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang dan berliku.

Kementerian Pertahanan Rusia, dalam pernyataan resminya yang dikutip oleh AFP pada Kamis (19/2/2026), mengklaim bahwa sistem pertahanan udara mereka telah "mencegat dan menghancurkan 113 drone Ukraina" dalam rentang waktu semalam, dari Rabu (18/2) hingga Kamis (19/2) dini hari. Secara terpisah, Gubernur Pskov Oblast, Mikhail Vedernikov, mengonfirmasi bahwa salah satu target serangan drone Kyiv adalah sebuah kilang minyak yang berlokasi di area Velikiye Luki. Lokasi ini strategis, sekitar 500 kilometer di sebelah barat ibu kota Moskow.
Vedernikov merinci bahwa serangan drone tersebut menyebabkan "kebakaran di tangki penyimpanan minyak". Berdasarkan laporan awal, ia menambahkan, tidak ada laporan mengenai cedera serius pada warga sipil maupun staf yang bertugas di kilang minyak tersebut, meskipun kerusakan material diperkirakan cukup signifikan.
Hingga berita ini diturunkan, Ukraina belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden serangan drone tersebut. Namun, Kyiv diketahui telah secara konsisten melancarkan serangkaian serangan balasan yang menargetkan kilang minyak, infrastruktur pelabuhan, dan fasilitas energi lainnya di wilayah Rusia. Strategi ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk menekan Moskow sejak invasi militer skala penuh dilancarkan pada Februari 2022.
Di sisi lain, sejak dimulainya invasi pada Februari 2022, Ukraina sendiri telah menjadi sasaran pengeboman Rusia yang hampir terjadi setiap hari, menciptakan siklus kekerasan tanpa henti yang terus merenggut korban dan menghancurkan infrastruktur di kedua belah pihak.

