Tuesday, 05 March 2024

Search

Tuesday, 05 March 2024

Search

Khawatir Muncul Multitafsir, Kapolri Hapus Unggahan Ucapan Harlah NU di Instagram

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghapus postingan di akun resmi Instagram-nya terkait ucapan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU). Dalam postingan sebelumnya, terdapat karakter anime Naruto dan seorang pria bertubuh besar.
Akibat postingan tersebut banyak warganet berkomentar di kolom komentar unggahan tersebut. Mereka merasa bahwa dua tokoh pada gambar itu mirip dengan pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming
Agar tidak terjadi multitafsir atas postingan itu, Kapolri Listyo Sigit memutuskan untuk menghapus unggahan tersebut.
“Karena masukan dari mas dan tidak menimbulkan persepsi yang multitafsir, saya minta untuk dihapus. Terima kasih masukannya. Karena saya juga baru cek,” ujar Sigit kepada wartawan, Rabu (31/1).
Listyo Sigit menjelaskan, karakter pria besar dan Naruto sebenarnya sudah digunakan sejak lama dalam postingan IG-nya.

Menurutnya, kedua karakter itu merupakan hasil karya anak penyandang disabilitas.
“Sebenarnya postingan Instagram dengan karakter model tersebut sudah lama, hampir 1 tahun,” jelasnya.
“Merupakan apresiasi terhadap hasil animasi kelompok anak-anak disabilitas saat itu dan kita gunakan sebagai apresiasi terhadap anak-anak tersebut, bisa dilihat postingan-postingan sebelumnya,” katanya.
Berdasarkan penelusuran, Listyo Sigit telah menghapus video animasi itu dari akun resmi Instagram-nya per sore ini.
Muncul Baliho
Sementara itu, sebelumnhya, di media sosial X atau dulunya Twitter memperlihatkan h baliho bergambar Naruto dengan ukuran besar di kawasan Depok Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Baliho itu mengkampanyekan pasangan Capres Nomor Urut 2.
Untuk diketahui video yang baliho Naruto mengacungkan dua jari ini diunggah oleh akun @PutraErlangga95 pada tanggal 30 November pukul 10.12 WIB.
Terkait hal ini, Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DIY, Kamaruddin menjelaskan pihaknya tidak mengetahui siapa yang memasang baliho tersebut. Menurut dia, siapa saja bisa memasang baliho itu karena pasangan Prabowo-Gibran memiliki pendukung dan relawan yang fanatik.
“Ini kan ekspektasi banyak kalangan, relawan, para pendukung fanatiknya gitu ya. Juga beberapa ormas kita juga satu tingkat susah mengontrol. Ya artinya kita nggak tahu lah siapa yamg memasang, saya sendiri nggak tahu yang memasang,” ucapnya saat dihubungi awak media, beberapa waktu lalu.

Frans C. Gultom

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media