Internationalmedia.co.id – News Sebuah kapal perang Iran terpantau berlayar menuju perairan teritorial Sri Lanka pada Kamis, menyusul insiden tragis penenggelaman kapal perang IRIS Dena oleh serangan torpedo kapal selam Amerika Serikat di lepas pantai negara tersebut sehari sebelumnya. Insiden mematikan ini menewaskan sedikitnya 87 pelaut dan 61 lainnya masih dinyatakan hilang, menambah bara ketegangan yang kian memanas di kawasan.
Menteri Media Sri Lanka, Nalinda Jayatissa, mengungkapkan pergerakan kapal perang kedua Iran ini saat berbicara di hadapan parlemen. Kapal yang identitasnya masih dirahasiakan oleh Jayatissa, dilaporkan berada tepat di luar perairan Sri Lanka. Kekhawatiran muncul dari sejumlah sumber resmi Sri Lanka bahwa kapal dengan lebih dari 100 awak ini berpotensi menghadapi nasib serupa dengan IRIS Dena.

Insiden penenggelaman IRIS Dena pada Rabu lalu, yang disebut AS sebagai "kematian senyap" oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth, terjadi akibat serangan torpedo. Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras tindakan tersebut sebagai "kekejaman" dan memperingatkan AS akan "sangat menyesali" preseden yang telah ditetapkan. Araghchi menekankan bahwa serangan itu dilancarkan di perairan internasional tanpa provokasi maupun peringatan.
Di kota pelabuhan Galle, Sri Lanka selatan, persiapan tengah dilakukan pada Kamis untuk menyerahkan jenazah 87 pelaut Iran yang tewas. Sementara itu, 32 pelaut Iran yang berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka masih menerima perawatan medis intensif di rumah sakit utama Galle, di bawah penjagaan ketat kepolisian dan komando elite Sri Lanka. Mayoritas dari mereka menderita luka ringan, meskipun beberapa mengalami patah tulang dan luka bakar. Upaya pencarian terhadap 61 pelaut yang masih hilang terus dilanjutkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka, seperti disampaikan juru bicara Buddhika Sampath.
Pemerintah Sri Lanka sendiri menegaskan posisi netralnya dalam konflik ini dan berulang kali mendesak dialog sebagai solusi untuk menyelesaikan ketegangan di Timur Tengah. Perkembangan ini terjadi di tengah meluasnya konflik yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran, sebuah konflik yang kini semakin menyebar di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.

