Internationalmedia.co.id – News – Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang mendeklarasikan kekalahan musuh-musuh Republik Islam Iran. Dalam pidato yang dibacakan di televisi nasional, Khamenei secara khusus memuji keteguhan dan persatuan rakyat Iran dalam menghadapi agresi dari Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan tersebut, yang disampaikan dalam rangka perayaan Nowruz, Tahun Baru Persia, pada Jumat (20/3), menegaskan bahwa rakyat Iran telah memberikan respons telak kepada lawan-lawannya. Mojtaba menyebut bahwa musuh kini terlihat dari "kata-kata kontradiktif dan omong kosong" yang mereka ucapkan. Menariknya, pesan tersebut disiarkan di televisi Iran tanpa menampilkan rekaman suara maupun kehadiran fisik Mojtaba sendiri.

Kekuatan utama Iran, menurut Mojtaba, bersumber dari persatuan yang kokoh di antara rakyatnya. "Saat ini, berkat persatuan istimewa yang telah tercipta di antara kalian, saudara-saudara sebangsa kami – terlepas dari segala perbedaan asal-usul agama, intelektual, budaya, dan politik – musuh telah dikalahkan," tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa keyakinan AS dan Israel bahwa mereka dapat mendominasi Iran setelah serangkaian serangan adalah sebuah kekeliruan besar.
Khamenei juga secara tegas menepis ilusi bahwa gugurnya sejumlah petinggi rezim dan tokoh militer berpengaruh akan menyulut rasa takut atau keputusasaan di kalangan rakyat Iran. "Khayalan bahwa jika puncak rezim dan tokoh-tokoh militer berpengaruh tertentu mencapai kemartiran, itu akan menanamkan rasa takut dan keputusasaan pada rakyat kita tercinta… dan melalui cara ini, mimpi untuk mendominasi Iran dan kemudian memecah belahnya akan terwujud," ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa yang terjadi justru sebaliknya, yakni "telah muncul keretakan di pihak musuh."
Sejak mengambil alih posisi ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel, Mojtaba Khamenei memang belum pernah menampakkan diri di hadapan publik. Ia konsisten menyampaikan pesan-pesannya melalui pernyataan tertulis. Pernyataan ini, yang dikutip dari laporan media internasional seperti AFP dan Al Jazeera, menjadi sorotan di tengah ketegangan regional yang terus memanas.

