Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Kematian Aktivis Guncang Politik Prancis
Trending Indonesia

Kematian Aktivis Guncang Politik Prancis

GunawatiBy Gunawati17-02-2026 - 03.00Tidak ada komentar3 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Kematian Aktivis Guncang Politik Prancis
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pihak berwenang Prancis telah meluncurkan penyelidikan pembunuhan atas kematian tragis seorang aktivis sayap kanan, Quentin Deranque (23), yang terjadi pekan lalu. Insiden ini segera memicu ketegangan politik, dengan pemerintah secara terbuka menuding kelompok sayap kiri garis keras sebagai pemicu kekerasan. Dilansir dari Internationalmedia.co.id – News pada Selasa (17/2/2025), kasus ini menjadi sorotan utama di tengah persiapan pemilu mendatang.

Jaksa kota Lyon, Thierry Dran, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa Deranque mengalami cedera otak parah yang berujung pada kematian, setelah diserang oleh setidaknya enam orang bertopeng pada Kamis (12/2). Penyerangan brutal itu terjadi di sela-sela demonstrasi sayap kanan yang menentang kehadiran seorang politisi sayap kiri di sebuah universitas di Lyon. Hingga kini, belum ada penangkapan yang dilakukan, dan pihak berwenang masih berupaya mengidentifikasi para tersangka. Kasus ini diselidiki sebagai "pembunuhan yang disengaja" dan "penyerangan yang diperparah."

Kematian Aktivis Guncang Politik Prancis
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kematian Deranque telah memperparah polarisasi antara sayap kanan dan sayap kiri ekstrem di Prancis, menjelang pemilihan kota pada Maret dan pemilihan presiden 2027. Partai sayap kanan ekstrem National Rally (RN) dipandang memiliki peluang besar untuk memenangkan jabatan tertinggi dalam pemilu mendatang, menambah bobot politik pada insiden ini.

Pemerintah Prancis secara eksplisit menyalahkan retorika dari partai sayap kiri ekstrem France Unbowed (LFI) atas memanasnya iklim kekerasan yang berujung pada kematian Deranque. Kelompok anti-imigrasi Nemesis, yang menyatakan diri berjuang melawan kekerasan terhadap perempuan Barat, mengklaim Deranque hadir di demonstrasi untuk melindungi anggotanya. Nemesis menuding Jeune Garde (Pengawal Muda), sebuah kelompok pemuda anti-fasis yang didirikan oleh seorang anggota parlemen LFI sebelum ia terpilih, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Meskipun kelompok Jeune Garde, yang telah dibubarkan pada Juni lalu, menyangkal keterlibatan dalam peristiwa tragis ini, juru bicara pemerintah Maud Bregeon tetap menuduh LFI telah "mendorong iklim kekerasan selama bertahun-tahun." "Mengingat iklim politik dan kekerasan, ada tanggung jawab moral dari pihak LFI atas serangan pada Kamis itu," tegasnya kepada stasiun televisi BFMTV.

Menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan pembunuhan di Lyon, insiden tersebut merupakan "pertempuran sengit antara anggota sayap kiri dan sayap kanan ekstrem." Sebuah rekaman video yang disiarkan oleh televisi TF1 menunjukkan sekitar selusin orang memukuli tiga individu yang tergeletak di tanah, dua di antaranya berhasil melarikan diri. Seorang saksi mata kepada AFP bahkan menyebutkan "orang-orang saling memukul dengan batang besi."

Pemimpin veteran LFI, Jean-Luc Melenchon, yang diperkirakan akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan, dengan tegas membantah bahwa partainya bertanggung jawab atas kekerasan tersebut. Anggota parlemen LFI, Raphael Arnault, salah satu pendiri Jeune Garde, menyatakan sangat terkejut dengan kematian Deranque. Namun, seorang asisten Arnault telah dilarang masuk parlemen setelah beberapa saksi menyebut namanya dalam penyelidikan pemukulan fatal tersebut, demikian disampaikan ketua parlemen Yael Braun-Pivet.

Dari kubu sayap kanan, calon presiden RN, Marine Le Pen, mengutuk "orang-orang barbar yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal ini," semakin memperkeruh suasana politik. Penyelidikan terus berlanjut di tengah bayang-bayang ketegangan politik yang kian memanas, menyoroti rapuhnya stabilitas sosial di Prancis menjelang kontestasi politik besar.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Horor di Langit Kolombia Pesawat Militer Jatuh

24-03-2026 - 23.15

Filipina Terancam Krisis Energi

24-03-2026 - 23.00

Taktik Trump Terbongkar Iran

24-03-2026 - 21.45

Trump Dialog Iran Netanyahu Ungkap Janji Besar

24-03-2026 - 21.30

Kekejaman Tak Terpikirkan Kapibara Jadi Korban

24-03-2026 - 21.15

Klaim Damai Trump Iran Bersikeras Tidak Ada

24-03-2026 - 21.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.