Pengakuan mengejutkan datang dari mantan Presiden AS Donald Trump. Melalui wawancara dengan Daily Caller yang dipublikasikan Internationalmedia.co.id kutip dari Reuters dan Anadolu Agency, Trump menyatakan dirinya terkejut melihat melemahnya kekuatan lobi Israel di Kongres AS. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara di Ruang Oval Gedung Putih pada Jumat (29/8), namun baru dipublikasikan Senin (1/9) waktu setempat.
Trump mengakui adanya perubahan opini publik, merujuk pada jajak pendapat Pew Research Center yang menunjukkan penurunan dukungan untuk Israel di kalangan Republikan muda AS. Lebih dari separuh warga dewasa AS kini memandang Israel secara negatif. Meskipun mengaku telah memberikan dukungan besar pada Israel, termasuk serangan terhadap Iran, Trump mengakui perubahan signifikan dalam pengaruh politik Israel di Washington.

"Dulu, Israel memiliki lobi terkuat di Kongres. Mereka memiliki kendali penuh," ungkap Trump. "Sekarang tidak lagi. Saya agak terkejut melihatnya." Ia menambahkan bahwa dulu tak seorang pun berani mengkritik Israel, namun kini banyak politisi AS, termasuk anggota parlemen Demokrat yang vokal mengkritik dukungan militer AS untuk Israel, berani bersuara.
Trump menghubungkan melemahnya pengaruh lobi Israel dengan perang Gaza yang tengah berlangsung. Meskipun mengakui Israel mungkin memenangkan perang secara militer, Trump menilai perang tersebut telah merusak citra Israel di mata dunia. "Mereka harus segera mengakhiri perang itu. Perang itu merugikan Israel. Mereka mungkin memenangkan perang, tetapi mereka tidak memenangkan public relations-nya di dunia," tegas Trump. Pernyataan Trump ini menimbulkan pertanyaan besar tentang dinamika politik AS dan hubungannya dengan Israel di masa mendatang.

