Keberadaan USS Lake Erie, kapal perang Amerika Serikat, yang terpantau melintasi Terusan Panama, telah memicu spekulasi. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa kapal tersebut bergerak dari Samudra Pasifik menuju Karibia pada Jumat malam (29/8) waktu setempat. Kejadian ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela.
Menurut laporan AFP, kapal penjelajah berpeluru kendali itu terlihat melewati pintu air Terusan Panama sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Seorang teknisi kesehatan, Alfredo Cedeno, yang kebetulan memotret kapal tersebut mengaku terkejut melihatnya. USS Lake Erie sendiri sebelumnya telah berlabuh selama dua hari di Pelabuhan Rodman, pintu masuk Pasifik Terusan Panama.

Pergerakan USS Lake Erie ini terjadi setelah AS meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dengan menuduhnya memimpin kartel narkoba dan menaikkan hadiah penangkapannya menjadi US$ 50 juta. Washington juga telah mengerahkan lima kapal perang dan 4.000 tentara di kawasan Karibia sebagai bentuk tekanan. Meskipun demikian, AS belum secara resmi menyatakan ancaman invasi terhadap Venezuela.
Maduro sendiri menanggapi pengerahan pasukan AS dengan tegas. Ia menyatakan invasi AS ke Venezuela "tidak mungkin" dan menegaskan kesiapan negaranya mempertahankan kedaulatan. Sebagai balasan, Venezuela juga mengerahkan kapal perang dan drone untuk patroli pantai, serta merekrut ribuan anggota milisi. Situasi ini semakin memanas dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai tujuan sebenarnya dari pergerakan USS Lake Erie melalui Terusan Panama.
