Pihak berwenang Prancis berhasil menyita 2,4 ton kokain dari sebuah kapal yang berlayar di Samudra Pasifik dalam operasi gabungan yang melibatkan Amerika Serikat. Penyitaan besar ini menjadi sorotan di tengah peningkatan pencegatan narkoba di perairan Polinesia Prancis. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, operasi ini menggarisbawahi semakin strategisnya jalur Pasifik dalam peredaran narkoba global.
Sebanyak 100 bal narkoba berhasil diamankan dari kapal tersebut pada Kamis, 12 Januari lalu. Namun, dalam sebuah keputusan yang mungkin menimbulkan pertanyaan, kapal beserta awaknya diizinkan untuk melanjutkan pelayaran mereka menuju tujuan yang tidak disebutkan. Komisi Tinggi di Polinesia Prancis menjelaskan bahwa keputusan ini diambil "sesuai dengan praktik yang berlaku berdasarkan hukum internasional." Operasi penangkapan ini sendiri dilakukan berkat ‘kerja sama dari lembaga pemerintah AS’, meskipun bendera kapal atau titik asalnya tidak diungkapkan secara spesifik.

Penyitaan 2,4 ton kokain ini bukanlah insiden terisolasi. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, otoritas Prancis telah berhasil menyita hampir 12 ton kokain di sekitar wilayah Polinesia. Penangkapan tersebut tersebar di tiga lokasi berbeda, dengan masing-masing bobot antara dua hingga lima ton. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas penyelundupan narkoba di jalur Pasifik.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa kelompok kriminal terorganisir yang terlibat dalam perdagangan kokain dan metamfetamin semakin memperluas jangkauan mereka di Pasifik dalam beberapa tahun terakhir. Menurut PBB, sejumlah besar narkoba diangkut dari Amerika Utara dan Selatan, menjadikannya rute strategis untuk pasar gelap di Australia dan Selandia Baru yang menguntungkan.
Komitmen Prancis dalam memerangi peredaran narkoba global juga terlihat dari data tahunan. Pada tahun 2025, angkatan laut Prancis mencatat rekor penyitaan narkoba sebesar 87,6 ton di seluruh dunia, di mana 58 ton di antaranya adalah kokain. Angka ini menggarisbawahi skala tantangan yang dihadapi dalam memberantas jaringan narkoba internasional yang terus berinovasi dalam modus operandi mereka.

