Internationalmedia.co.id – News – TNI Angkatan Laut akan segera menyambut kedatangan aset strategis terbarunya, sebuah kapal induk yang akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada setibanya di perairan Indonesia. Kapal perang raksasa yang sebelumnya dikenal sebagai ITS Giuseppe Garibaldi ini dilaporkan telah bertolak dari Italia pada Senin (24/8/2026) malam, memulai pelayaran panjang menuju Tanah Air.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengonfirmasi keberangkatan kapal tersebut sekitar pukul 22.00 waktu setempat dari Italia. "Kami mohon doanya, malam ini KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," ujar Laksamana Ali saat kunjungan ke Kraton Majapahit, Jakarta Timur. Ia menjelaskan bahwa kapal yang merupakan hibah dari pemerintah Italia ini akan secara resmi menyandang nama KRI Gajah Mada setelah tiba di Indonesia.

Laksamana Ali menambahkan, selama perjalanan, kapal tersebut masih akan berbendera Italia dengan nama ITS Garibaldi. Namun, begitu memasuki wilayah Indonesia, bendera akan diganti dan nama KRI Gajah Mada akan resmi digunakan. Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu hingga pertengahan September, antara tanggal 15 hingga 20, diharapkan berjalan lancar. "Semoga selamat dalam perjalanan, sukses, karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia," harapnya, menekankan pentingnya dukungan doa dari seluruh rakyat Indonesia.
Upacara pengukuhan dan penggantian nama serta bendera direncanakan pada tanggal 25 September. Momen bersejarah ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. "Rencana Bapak Presiden akan ikut meresmikan, hadir di onboard di kapal induk Gajah Mada," ungkap Ali. Ia juga menekankan bahwa nama Gajah Mada dipilih dengan harapan kapal ini akan membawa semangat luar biasa dalam menyatukan Nusantara, sejalan dengan visi Presiden.
Kehadiran kapal induk ini juga menandai era baru kolaborasi antar matra TNI. Laksamana Ali menjelaskan, KRI Gajah Mada tidak hanya akan menampung helikopter Angkatan Laut, tetapi juga helikopter dari Angkatan Udara dan Angkatan Darat. "Pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk," tegasnya, menyoroti semangat persatuan yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto, bahwa TNI adalah pilar utama penjaga kesatuan dan persatuan NKRI.
Akuisisi kapal induk ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, pada bulan Juli lalu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia. Persetujuan bulat ini dicapai dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (21/7) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Wakil Ketua Komisi I DPR, Budi Djiwandono, kala itu menyampaikan laporan hasil pembahasan, yang kemudian disetujui oleh seluruh anggota dewan setelah Ketua DPR Puan Maharani meminta persetujuan forum.
