Internationalmedia.co.id – News melaporkan, kapal induk bertenaga nuklir terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, kini telah berlabuh di Teluk Souda, Pulau Kreta, Yunani. Kedatangan armada raksasa ini menempatkannya semakin dekat dengan kawasan Timur Tengah, memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik antara Washington dan Teheran yang dapat pecah kapan saja.
Teluk Souda bukan sembarang lokasi. Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber termasuk Gulf News dan The Times of Israel, area ini adalah pangkalan strategis penting bagi Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Posisi geografisnya menjadikannya hub krusial bagi Amerika Serikat, Yunani, dan para sekutunya di wilayah Mediterania timur.

Kehadiran USS Gerald R Ford menandai pengerahan kapal induk kedua AS ke kawasan tersebut, menyusul USS Abraham Lincoln yang telah lebih dulu berada di Timur Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari peningkatan masif aset militer Washington di tengah memanasnya hubungan dengan Iran. Presiden AS Donald Trump sendiri yang memerintahkan pengiriman kapal induk ini pada awal bulan, sebagai upaya keras untuk memaksa Teheran menyepakati perjanjian nuklir, sembari mempertimbangkan opsi tindakan militer.
Konfirmasi keberadaan USS Gerald R Ford di perairan Yunani diperkuat oleh foto-foto yang dirilis oleh kantor berita terkemuka Reuters, serta berbagai rekaman video yang viral di platform media sosial. Visual-visual tersebut jelas menunjukkan kapal induk itu berlabuh di Teluk Souda, diperkirakan untuk mengisi ulang perbekalan di pangkalan Aktivitas Dukungan Angkatan Laut AS yang berlokasi di sana.
Dengan posisinya saat ini, menurut analisis Gulf News, USS Gerald R Ford hanya membutuhkan waktu tempuh beberapa jam pelayaran, atau sekitar 2.350 kilometer, untuk mencapai berbagai titik konflik potensial di Timur Tengah. Setelah menempuh perjalanan melintasi Atlantik, kapal induk berbobot 100.000 ton dengan nilai fantastis US$ 13 miliar ini akan menjalani pengisian ulang logistik selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanannya ke arah timur, menuju Timur Tengah, untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln.
Sementara negosiasi nuklir terus berlangsung alot, Presiden Trump secara terbuka mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran jika tidak ada kesepakatan tercapai, terutama terkait program nuklirnya. Pekan lalu, ia bahkan menyebut sedang mempertimbangkan "serangan terbatas". Di tengah ketegangan yang memuncak, USS Gerald R Ford membawa lebih dari 75 jet tempur dan sistem persenjataan canggih yang mampu memproyeksikan kekuatan militer ke seluruh kawasan dalam hitungan jam. Penempatan kapal induk terbesar di dunia ini di Teluk Souda, menurut Gulf News, adalah sinyal tegas dari AS kepada Iran—dan kepada dunia—bahwa Washington siap menghadapi segala kemungkinan.

