Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Kamala Harris Bongkar Siapa Trump Sebenarnya Usai Video Obama
Trending Indonesia

Kamala Harris Bongkar Siapa Trump Sebenarnya Usai Video Obama

GunawatiBy Gunawati08-02-2026 - 18.30Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Kamala Harris Bongkar Siapa Trump Sebenarnya Usai Video Obama
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, melontarkan kecaman keras terhadap unggahan video kontroversial di akun media sosial Donald Trump yang menampilkan gambar rasis mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama. Harris menepis penjelasan Gedung Putih yang menyebut insiden itu sebagai kesalahan staf, menegaskan bahwa publik sudah sangat mengenal karakter Trump. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden ini memicu gelombang kritik dan kembali menyoroti isu rasisme dalam politik AS.

Dalam pernyataannya yang dilansir AFP pada Minggu (8/2/2026), Harris, yang juga merupakan mantan rival Trump dalam pemilihan presiden AS 2024, secara tegas menyatakan ketidakpercayaannya. "Tidak ada yang percaya upaya menutup-nutupi ini dari Gedung Putih, terutama karena mereka awalnya membela unggahan tersebut," ujar Harris. Ia melanjutkan, "Kita semua tahu betul siapa Donald Trump dan apa yang dia yakini," mengisyaratkan bahwa tindakan tersebut bukan hal baru bagi mantan presiden itu.

Kamala Harris Bongkar Siapa Trump Sebenarnya Usai Video Obama
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Video yang diunggah ke akun Truth Social milik Trump tersebut diketahui mempromosikan teori konspirasi palsu mengenai kekalahan Trump dari Joe Biden dalam Pilpres 2020. Bagian yang paling memicu kemarahan adalah kemunculan wajah Barack Obama dan Michelle Obama yang disandingkan dengan tubuh monyet selama sekitar satu detik menjelang akhir video berdurasi satu menit itu. Unggahan tersebut juga mengulang tuduhan tak berdasar tentang peran perusahaan penghitung suara Dominion Voting Systems dalam "mencuri pemilu" dari Trump.

Awalnya, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mencoba meredam kritik dengan mengklaim bahwa gambar-gambar tersebut "berasal dari video meme internet yang menggambarkan Presiden Trump sebagai Raja Hutan dan Demokrat sebagai karakter dari The Lion King." Leavitt bahkan meminta agar "menghentikan kemarahan palsu ini dan melaporkan sesuatu yang benar-benar penting bagi publik Amerika hari ini," dalam pernyataannya kepada AFP.

Namun, sekitar 12 jam setelah video itu muncul, terjadi pengakuan yang tidak biasa dari pemerintahan yang dikenal jarang mengakui kesalahan. Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya akhirnya mengakui kepada AFP bahwa "Seorang staf Gedung Putih telah secara keliru membuat unggahan tersebut. Unggahan tersebut telah dihapus."

Menanggapi kontroversi ini, Trump, saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One pada Jumat (6/2) malam, berdalih bahwa dirinya tidak menonton keseluruhan video yang diunggah di akun Truth Social miliknya. "Saya hanya melihat bagian pertama… dan saya tidak melihat keseluruhannya," kata Trump. Ia menambahkan bahwa video tersebut diserahkan kepada stafnya untuk diposting, dan mereka pun tidak menontonnya secara lengkap.

Ketika ditanya langsung apakah ia akan meminta maaf di tengah desakan dari berbagai pihak, termasuk dari Partai Republik, Trump menolak. "Tidak. Saya tidak membuat kesalahan," tegasnya. Meskipun demikian, saat didesak lebih lanjut, ia menyatakan mengutuk bagian rasis dalam video tersebut. Trump juga membela rekam jejaknya, mengklaim, "Ngomong-ngomong, saya adalah presiden yang paling tidak rasis yang pernah Anda miliki dalam waktu yang lama." Ia juga menepis anggapan bahwa video rasis tersebut akan merusak posisi Partai Republik di mata pemilih kulit hitam AS.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Sodorkan Gencatan Senjata Iran Beri Balasan Menohok

26-03-2026 - 07.00

Beirut Utara Geger Ledakan Misterius

26-03-2026 - 03.45

Mencekam Rudal Iran Hantam Dekat Tel Aviv

26-03-2026 - 03.30

AS Terkejut Iran Tolak Negosiasi Ini Alasannya

26-03-2026 - 03.15

AS Desak Iran Menyerah Ancaman Serangan Dahsyat

26-03-2026 - 03.00

AS Tawarkan Gencatan Senjata Lalu Serang Iran

25-03-2026 - 23.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.