Internationalmedia.co.id – News – Wilayah utara Jepang, khususnya Hokkaido, dilanda hujan salju ekstrem yang memecahkan rekor, menyebabkan kekacauan parah pada sistem transportasi. Akibatnya, sekitar 7.000 orang harus bermalam di Bandara New Chitose, Hokkaido, setelah terjebak oleh kondisi cuaca dingin yang luar biasa.
Insiden kelumpuhan transportasi ini, yang terjadi antara Minggu (25/1) hingga Senin (26/1) waktu setempat, pertama kali dilaporkan oleh Yomiuri Shimbun dan Japan News pada Selasa (27/1/2026). The Mainichi menambahkan bahwa maskapai besar seperti Japan Airlines dan All Nippon Airways terpaksa membatalkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara New Chitose, meskipun beberapa rute masih beroperasi. Selain itu, akses jalan tol utama menuju Sapporo juga dilaporkan ditutup total.

Situasi di Bandara New Chitose digambarkan sebagai "level bencana" oleh para pengguna media sosial yang membanjiri platform dengan seruan minta tolong, mengeluhkan kondisi bandara yang "penuh sesak". Tidak hanya penerbangan, layanan kereta api juga lumpuh. Operator Hokkaido Railway Co mengumumkan pembatalan seluruh layanan kereta di sekitar Sapporo, ibu kota Hokkaido, hingga Senin (26/1) pukul 13.00 waktu setempat, demi upaya pembersihan salju. Badan Meteorologi Jepang, melalui Kantor Pusat Regional Sapporo, mencatat rekor curah salju setinggi 64 cm di distrik Chuo, Sapporo, dalam 48 jam hingga Senin (26/1) pagi. Ini merupakan akumulasi salju terlebat di wilayah tersebut sejak pencatatan dimulai pada Maret 1999.
JR Hokkaido melaporkan bahwa sebanyak 545 perjalanan kereta api dibatalkan pada Minggu (25/1) saja, termasuk layanan kereta cepat "Airport" yang vital menghubungkan Bandara New Chitose dengan Sapporo. Pada Senin (26/1) pagi, pukul 08.50, sudah ada 405 pembatalan tambahan yang terkonfirmasi. Dampak paling terasa adalah pada para turis, khususnya mereka yang datang untuk bermain ski, yang kini terdampar di Bandara New Chitose tanpa akses transportasi lanjutan, terutama kereta api.
Hokkaido Airports Co, selaku operator bandara, mengonfirmasi bahwa sekitar 7.000 individu terjebak di Bandara New Chitose hingga Senin (26/1) pagi, sebagian besar karena lumpuhnya layanan kereta api. Tidak hanya itu, layanan bus menuju Sapporo juga dihentikan total akibat badai salju yang dahsyat. Di Sapporo sendiri, sejumlah turis harus bermalam di Chikaho, sebuah lorong bawah tanah yang terhubung dengan Stasiun Kereta Bawah Tanah Sapporo. Sebagai respons, otoritas kota menyediakan lebih dari 1.000 selimut untuk membantu mereka yang terdampar melewati malam.
