Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden di perairan selatan Jepang kembali memicu potensi ketegangan diplomatik antara Tokyo dan Beijing. Otoritas Jepang pada Kamis (12/2) waktu setempat mengonfirmasi penyitaan sebuah kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok dan penangkapan kaptennya, menyusul dugaan pelanggaran peraturan perikanan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.
Menurut pernyataan resmi badan perikanan Jepang yang diterima internationalmedia.co.id, kapal tersebut diinstruksikan untuk berhenti guna pemeriksaan rutin oleh inspektur perikanan. Namun, alih-alih mematuhi, kapal itu justru berupaya melarikan diri. "Akibatnya, kapten kapal itu ditangkap pada hari yang sama," tegas pernyataan tersebut. Kapten yang kini ditahan diidentifikasi sebagai Zhen Nianli, warga negara Tiongkok berusia 47 tahun. Kapal yang disita diketahui bernama Qiong Dong Yu, meskipun nasib 10 awak lainnya belum dirinci.

Kapal Qiong Dong Yu dilaporkan beroperasi di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, sekitar 89,4 mil laut (166 kilometer) di selatan-barat daya Pulau Meshima, bagian dari Kepulauan Goto. Penting dicatat bahwa lokasi ini bukan merupakan wilayah sengketa. Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menegaskan komitmen negaranya. "Untuk mencegah operasi penangkapan ikan secara ilegal oleh kapal-kapal asing, kami akan terus mengambil tindakan tegas dan terlibat dalam aktivitas penegakan hukum," ujarnya, menunjukkan ketegasan Tokyo.
Insiden penangkapan ini terjadi hanya tiga bulan setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengeluarkan pernyataan kontroversial. PM Takaichi mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer Jepang jika Beijing berupaya merebut Taiwan dengan kekerasan. Pernyataan tersebut, yang memicu kemarahan besar dari Tiongkok, telah menambah ketegangan dalam hubungan bilateral kedua raksasa Asia Timur ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Tiongkok terkait insiden terbaru ini. Penangkapan kapal Tiongkok ini menandai insiden pertama yang melibatkan penyitaan kapal penangkap ikan oleh badan perikanan Jepang sejak tahun 2022. Jepang dan Tiongkok memang memiliki sejarah panjang perselisihan teritorial, terutama terkait Kepulauan Senkaku (yang disebut Diaoyu oleh Beijing), di mana insiden serupa seringkali memicu ketegangan. Salah satu yang paling diingat adalah penangkapan kapten kapal Tiongkok di dekat kepulauan tersebut pada tahun 2010, yang berkembang menjadi krisis diplomatik besar.

