Internationalmedia.co.id – News – Beijing diguncang kabar mengejutkan setelah Presiden China Xi Jinping dilaporkan memecat seorang jenderal senior, Zhang Youxia, yang kini tengah diselidiki atas dugaan korupsi dan tuduhan serius membocorkan rahasia nuklir vital kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA). Langkah drastis ini menandai babak terbaru dalam upaya Xi Jinping membersihkan jajaran kepemimpinan militer tertinggi negara itu.
Mengutip laporan Wall Street Journal (WSJ) yang juga dilansir New York Post, Zhang Youxia, yang kini berusia 75 tahun, dicurigai kuat telah menyerahkan data teknis krusial terkait persenjataan nuklir China kepada pihak Amerika Serikat. Tuduhan ini sangat mengguncang stabilitas keamanan nasional China, mengingat sensitivitas informasi yang diduga bocor.

Zhang, yang sebelumnya menduduki posisi Wakil Ketua peringkat pertama di Komisi Militer Pusat China – badan komando militer tertinggi negara tersebut – serta anggota berpengaruh Politbiro Partai Komunis China, secara resmi ditempatkan di bawah penyelidikan pada Sabtu (24/1) waktu setempat. Ironisnya, ia merupakan salah satu sekutu militer paling tepercaya bagi Xi Jinping, bahkan teman masa kecil dengan ikatan keluarga yang telah terjalin puluhan tahun sejak Perang Sipil China.
Tidak hanya Zhang, Jenderal Liu Zhenli, Kepala Staf Gabungan Komisi Militer Pusat China, juga turut dipecat dan diselidiki. Kementerian Pertahanan China, seperti dilansir Reuters, hanya menyatakan keduanya diselidiki atas "pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum serius," tanpa merinci lebih lanjut. Namun, media-media pemerintah China menuduh Zhang dan Liu "mengancam kepemimpinan absolut Partai Komunis" serta "merusak sistem tanggung jawab tertinggi" yang berada di tangan Presiden Xi.
Selain dugaan membocorkan informasi rahasia nuklir, WSJ juga melaporkan bahwa Zhang dituduh membentuk kelompok-kelompok yang berpotensi mengikis persatuan Partai Komunis China. Lebih jauh, ia juga diduga menerima suap sebagai imbalan atas promosi jabatan, termasuk saat mempromosikan Li Shangfu ke posisi Menteri Pertahanan China, sebelum akhirnya membocorkan informasi teknis tersebut kepada CIA demi kepentingan pribadi.
Pemecatan Zhang dan Liu menjadikan mereka pejabat tinggi militer keempat dan kelima yang diberhentikan sejak tahun 2024. Penyelidikan ini muncul setelah serangkaian kekacauan yang melanda Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), yang bertanggung jawab atas triad nuklir China, sepanjang tahun terakhir.
Langkah ini dipandang sebagai perombakan militer terbesar di China sejak insiden tahun 1971, ketika Wakil Ketua Partai Komunis Lin Biao diduga mencoba melakukan kudeta terhadap Ketua Mao Zedong. Untuk memastikan penyelidikan berjalan lancar, Xi Jinping bahkan dilaporkan mengirimkan satuan tugas khusus ke Shenyang, lokasi penugasan Zhang sebelumnya. Satuan tugas ini diinstruksikan untuk menginap di hotel lokal alih-alih pangkalan militer, guna menghindari potensi jaringan dukungan bagi Zhang yang mungkin masih aktif di sana.

