Sebuah serangan udara yang dilancarkan Israel dilaporkan menghantam sejumlah kendaraan di jalan raya Bandara Beirut pada Kamis, menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden ini semakin memperkeruh situasi keamanan di Lebanon yang telah terseret dalam konflik regional.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi insiden tersebut, menyatakan bahwa "dua serangan udara di jalan raya bandara menewaskan tiga orang dan melukai enam orang." Korban tewas dan luka-luka segera dievakuasi dari lokasi kejadian yang mencekam.

Sementara itu, militer Israel mengeluarkan pernyataan singkat, menyebutkan bahwa mereka menargetkan dua individu di wilayah Beirut tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas atau alasan penargetan. Sebelumnya, pada Kamis pagi, Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk sejumlah pinggiran kota Beirut, memperingatkan penduduk tentang potensi serangan terhadap target yang mereka yakini terkait dengan kelompok Hizbullah.
Keterlibatan Lebanon dalam konflik Timur Tengah semakin mendalam sejak Senin (2/3) lalu, ketika Hizbullah melancarkan serangan terhadap Israel. Aksi Hizbullah ini disebut sebagai respons atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan yang melibatkan AS dan Israel pada akhir pekan sebelumnya.
Pemimpin kelompok militan yang didukung Teheran itu sebelumnya telah bersumpah untuk terus melanjutkan perlawanan terhadap Israel, yang pasukannya telah memasuki beberapa kota perbatasan dan melakukan serangan udara di sekitar Lebanon. Eskalasi terlihat pada Rabu (4/3), di mana Hizbullah meningkatkan intensitas serangannya, menargetkan posisi-posisi Israel hingga ke Tel Aviv dalam setidaknya 15 serangan terpisah.
Peristiwa ini menggarisbawahi semakin memanasnya tensi di kawasan tersebut, dengan Lebanon yang kini berada di garis depan konflik yang terus meluas.

