Internationalmedia.co.id – Empat aktivis asal Italia yang menjadi bagian dari armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla, telah dideportasi oleh pemerintah Israel. Mereka menjadi kelompok pertama yang dibebaskan dari ratusan aktivis yang ditahan terkait upaya menerobos blokade Gaza.
Seperti dilansir dari AFP, Jumat (3/10/2025), armada Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan dan ratusan aktivis dari berbagai negara, termasuk tokoh aktivis Swedia Greta Thunberg, berlayar menuju Gaza bulan lalu. Angkatan Laut Israel melakukan pencegatan terhadap kapal-kapal tersebut sejak Rabu lalu.

Menurut keterangan seorang pejabat Israel pada Kamis (2/10), lebih dari 400 orang yang berada di dalam kapal-kapal tersebut telah dihalangi untuk mencapai Jalur Gaza. Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi deportasi keempat aktivis Italia tersebut dan menyatakan bahwa proses deportasi untuk aktivis lainnya sedang berlangsung.
Pihak kepolisian Israel menyatakan bahwa lebih dari 470 peserta armada telah ditahan oleh polisi militer, menjalani pemeriksaan ketat, dan dipindahkan ke administrasi penjara. Sebelumnya, pihak berwenang Israel menegaskan bahwa tidak ada kapal yang berhasil melanggar blokade maritim di wilayah tersebut.
Global Sumud Flotilla melalui akun Telegram mereka menyatakan bahwa kapal terakhir mereka, Marinette, dicegat pada pukul 10.29 pagi (07.29 GMT) sekitar 42,5 mil laut dari Gaza. Mereka mengecam tindakan Angkatan Laut Israel yang secara ilegal mencegat seluruh 42 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan, relawan, dan tekad untuk mematahkan pengepungan ilegal Israel di Gaza.
Di antara mereka yang ditahan, terdapat lebih dari 20 jurnalis dari berbagai media internasional, termasuk reporter dari El Pais Spanyol, Al Jazeera Qatar, dan RAI Italia. Reporters Without Borders (RSF) mengecam penangkapan jurnalis dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hak untuk memberi dan menerima informasi.
