Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Israel mengonfirmasi melancarkan serangan udara terhadap sasaran rezim di Teheran, ibu kota Iran. Aksi militer sekutu Amerika Serikat ini disebut sebagai respons langsung atas serangkaian tembakan rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel. Insiden ini menambah daftar panjang eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari, di mana Teheran telah menjadi target pemboman hampir setiap hari.
Konflik yang kian memanas ini telah menelan korban jiwa pejabat tinggi, termasuk Pemimpin Tertinggi Republik Islam, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran tidak tinggal diam, melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel, pangkalan militer AS di kawasan Teluk, serta target-target strategis lainnya di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan singkatnya, militer Israel menyebutkan pasukannya "menyerang target rezim Iran di Teheran." Serangan ini dilaporkan terjadi setelah operasi udara sebelumnya yang menargetkan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di Beirut, Lebanon. Belum ada rincian langsung mengenai dampak atau hasil dari serangan terbaru di Teheran tersebut.
Sebelumnya, militer Israel mengidentifikasi setidaknya tiga kali peluncuran rudal dari Iran menuju wilayah Israel dalam kurun waktu enam jam. Sirene serangan udara dilaporkan meraung di sebagian besar wilayah Israel, sebagaimana dikonfirmasi oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri militer. Beruntungnya, tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan rudal Iran tersebut.
Dalam pernyataan sebelumnya, militer Israel juga menegaskan bahwa serangan mereka ke Teheran menargetkan situs rudal balistik. "IDF (militer Israel) akan terus memperdalam degradasi jajaran senjata rezim Iran," demikian pernyataan mereka, mengindikasikan upaya berkelanjutan untuk melemahkan kemampuan militer Iran.

