Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Iran Ungkap Syarat Mutlak Akhiri Perang
Trending Indonesia

Iran Ungkap Syarat Mutlak Akhiri Perang

GunawatiBy Gunawati26-03-2026 - 21.00Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Iran Ungkap Syarat Mutlak Akhiri Perang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News โ€“ Setelah hampir sebulan bergejolak dalam konflik sengit melawan Amerika Serikat dan Israel, Iran akhirnya angkat bicara dengan serangkaian persyaratan tegas untuk mengakhiri perang. Teheran menegaskan, perdamaian hanya akan terwujud sesuai ketentuan dan jadwal yang mereka tetapkan, menolak proposal yang diajukan Washington.

Eskalasi konflik ini bermula pada 28 Februari 2026, ketika serangan gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran menewaskan pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ali Khamenei. Insiden ini memicu kemarahan besar dan respons keras dari Teheran, yang segera melancarkan serangan roket balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Ketegangan semakin memuncak setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, memicu kekhawatiran global akan dampak ekonomi dan geopolitik.

Iran Ungkap Syarat Mutlak Akhiri Perang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di tengah ketegangan yang memuncak, Washington kemudian mengajukan proposal perdamaian. Namun, Iran menanggapi dengan skeptis, menyebut tawaran tersebut "berlebihan" dan tidak mencerminkan realitas kegagalan Amerika di medan perang. Seorang pejabat senior bidang politik dan keamanan Iran, yang memiliki informasi mendalam mengenai proposal AS tersebut, berbicara secara eksklusif kepada Press TV pada Kamis (26/3/2026). Ia mengungkapkan bahwa tawaran AS, yang disampaikan melalui perantara Pakistan, mirip dengan upaya negosiasi "penipuan" sebelumnya pada musim semi dan dingin tahun 2025, di mana AS tidak memiliki niat tulus untuk berdialog dan malah melakukan agresi militer.

"Iran akan mengakhiri perang ketika kami memutuskan untuk melakukannya, dan ketika semua persyaratan kami terpenuhi," tegas pejabat anonim tersebut. Ia menekankan tekad Teheran untuk melanjutkan pertahanan dan memberikan "pukulan berat" kepada musuh sampai tuntutan mereka terpenuhi.

Pejabat tersebut kemudian memaparkan lima syarat spesifik yang menjadi dasar kesediaan Iran untuk mengakhiri konflik:

  • Penghentian total "agresi dan pembunuhan" oleh musuh.
  • Pembentukan mekanisme konkret untuk memastikan bahwa perang tidak akan dilakukan kembali terhadap Republik Islam Iran.
  • Pembayaran ganti rugi perang dan reparasi yang dijamin dan didefinisikan dengan jelas.
  • Penghentian perang di semua front dan untuk semua kelompok perlawanan yang terlibat di seluruh wilayah.
  • Pengakuan penuh atas kedaulatan Iran atas Selat Hormuz sebagai hak alami dan sah, yang juga berfungsi sebagai jaminan pelaksanaan komitmen pihak lain.

Pejabat Iran itu menambahkan bahwa syarat-syarat ini merupakan tambahan dari tuntutan yang sebelumnya diajukan oleh Teheran selama putaran kedua negosiasi di Jenewa, beberapa hari sebelum serangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran yang dikutip AFP, menegaskan keinginan Teheran untuk mengakhiri perang dengan syarat-syaratnya sendiri, sekaligus memastikan konflik serupa tidak akan terulang kembali. "Saat ini, kebijakan kita adalah melanjutkan perlawanan," kata Araghchi. Ia juga menampik adanya negosiasi dengan Amerika Serikat. "Kita tidak berniat untuk bernegosiasi โ€“ sejauh ini, belum ada negosiasi yang terjadi, dan saya percaya posisi kita sepenuhnya berprinsip." Araghchi menambahkan, "Membicarakan negosiasi saat ini sama saja dengan mengakui kekalahan."

Iran telah mengkomunikasikan kepada semua perantara yang bertindak dengan itikad baik, bahwa gencatan senjata hanya mungkin jika semua syaratnya diterima. "Tidak akan ada negosiasi yang diadakan sebelum itu," pungkas pejabat tersebut, menegaskan bahwa operasi pertahanan Iran akan berlanjut hingga tuntutan mereka terpenuhi. "Perang akan berakhir ketika Iran memutuskan untuk mengakhirinya, bukan ketika Trump membayangkan penyelesaiannya."

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Mantan Presiden Venezuela Siap Hadapi Sidang Penentu di New York

26-03-2026 - 21.45

Trump Beri Ultimatum Iran Waktu Habis

26-03-2026 - 21.30

Selat Hormuz Terbuka untuk Malaysia Indonesia Menanti

26-03-2026 - 21.15

Australia Ambil Langkah Drastis Cegah Risiko Baru

26-03-2026 - 18.15

Iran Tak Mau Damai Ini 5 Syarat Perang yang Bikin Geger

26-03-2026 - 18.00

Dalang Penutupan Selat Hormuz Dikabarkan Tewas

26-03-2026 - 16.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.