Internationalmedia.co.id – News – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas yang ditujukan kepada negara-negara tetangga di kawasan Teluk. Pezeshkian menegaskan bahwa Iran, meskipun telah berupaya keras menghindari konflik melalui jalur diplomasi, kini merasa tidak memiliki pilihan lain selain melancarkan balasan atas serangan yang diklaimnya berasal dari Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (5/3/2026) dan memicu gelombang kekhawatiran di tengah ketegangan regional yang memanas.
Dalam dua unggahan terpisah di platform X, baik dalam bahasa Arab maupun Persia, Presiden Pezeshkian menekankan komitmen Iran terhadap kedaulatan negara lain. "Kami menghormati kedaulatan Anda," ujarnya, seraya menambahkan bahwa Iran meyakini keamanan di kawasan harus dicapai melalui upaya kolektif dari semua pihak. Pesan ini mengindikasikan keinginan Iran untuk menjaga hubungan baik dengan tetangganya, namun dengan peringatan keras terkait respons terhadap agresi eksternal yang menargetkan kepentingannya.

Namun, klaim Iran tersebut segera mendapat tanggapan keras dari Qatar. Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam percakapan tersebut, PM Qatar dengan tegas menolak klaim Teheran yang menyatakan bahwa serangan mereka hanya menargetkan kepentingan AS di wilayah tersebut.
Kementerian Luar Negeri Qatar kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang menggarisbawahi penolakan tersebut. PM Mohammed menekankan bahwa "fakta di lapangan jelas menunjukkan bahwa serangan tersebut mengenai daerah sipil dan permukiman di dalam Negara Qatar." Lebih lanjut, pernyataan itu merinci bahwa target serangan mencakup area di sekitar Bandara Internasional Hamad, berbagai infrastruktur vital, serta zona industri yang menjadi lokasi fasilitas produksi gas alam cair (LNG) yang krusial.
Tindakan Iran ini, menurut Qatar, "merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Qatar dan prinsip-prinsip hukum internasional." Insiden ini menambah lapisan ketegangan baru di kawasan Teluk, di mana Iran bersikeras pada haknya untuk membalas, sementara negara-negara tetangga seperti Qatar menuntut penghormatan terhadap kedaulatan dan perlindungan warga sipil dari dampak konflik.

