Internationalmedia.co.id – News – Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas menyerukan negara-negara Muslim untuk memperkuat persatuan dan mencegah pihak luar mengeksploitasi situasi regional yang bergejolak demi menciptakan perpecahan. Pernyataan penting ini disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (26/3) malam, sebagaimana dilaporkan oleh media Al Arabiya pada Jumat (27/3/2026).
Dalam dialog tersebut, Pezeshkian menjelaskan bahwa serangkaian serangan Iran terhadap pangkalan serta pusat-pusat militer Amerika Serikat di Timur Tengah merupakan respons yang wajar dan sah atas agresi yang dilancarkan terhadap Republik Islam. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sikap berprinsip pemerintah dan rakyat Malaysia yang secara terbuka mengutuk tindakan agresif AS-Israel terhadap Iran.

Pemimpin Iran itu menekankan urgensi bagi negara-negara Muslim agar tidak membiarkan musuh-musuh dunia Islam memanfaatkan isu-isu sensitif untuk menabur benih perpecahan dan menyulut api konflik di seluruh kawasan. Pezeshkian menegaskan kembali kebijakan Iran yang telah lama dipegang, bahwa negaranya tidak pernah berupaya untuk memperoleh senjata nuklir. Fakta ini, menurutnya, telah berulang kali dikonfirmasi oleh berbagai laporan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Ia dengan tegas menolak klaim Barat mengenai ambisi nuklir Iran, menyebutnya sebagai dalih palsu yang digunakan untuk membenarkan serangan ilegal terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Iran. "Kami menginginkan penghentian perang sepenuhnya dan pemulihan keamanan serta ketenangan di kawasan ini," kata Pezeshkian. Ia juga menyatakan harapan besar agar negara-negara Muslim dapat bersatu dalam upaya menyelamatkan Asia Barat dari bencana yang ingin ditimbulkan oleh musuh.
Menanggapi hal tersebut, PM Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta sejumlah komandan senior Iran, pejabat, dan warga sipil yang gugur dalam agresi militer AS-Israel. Anwar turut menegaskan solidaritas dan simpati penuh kepada pemerintah dan rakyat Iran di tengah masa sulit ini.

