Situasi di Timur Tengah kembali memanas secara drastis. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa otoritas Iran secara mengejutkan mengumumkan penutupan total wilayah udaranya hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah darurat ini diambil menyusul serangkaian ledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota Teheran dan beberapa kota strategis lainnya pada Sabtu (28/2) waktu setempat, setelah serangan udara yang diklaim dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Rentetan ledakan keras dilaporkan terdengar di Teheran, dengan kepulan asap tebal membubung di area pusat dan timur kota. Kantor berita Fars menyebut tujuh rudal menghantam distrik Keshvardoost dan Pasteur, lokasi yang dekat dengan kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Tak hanya itu, ledakan juga dilaporkan terjadi di kota-kota penting lainnya seperti Isfahan, kota suci Qom, Karaj, dan Kermanshah. Jenis ledakan tersebut, menurut Fars, mengindikasikan serangan rudal. Televisi pemerintah Iran secara tegas menuding serangan tersebut sebagai "agresi udara oleh rezim Zionis".

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan telah melancarkan "serangan pendahuluan" terhadap Iran. Laporan dari televisi terkemuka Israel, KAN, mengutip seorang pejabat yang menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan "situs-situs rezim dan militer, termasuk rudal balistik" Iran. Sebagai respons terhadap situasi yang memanas, Israel juga mengambil langkah drastis dengan menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat di seluruh negeri. Sirene peringatan bahaya dilaporkan meraung di Yerusalem dan berbagai wilayah Israel, mengindikasikan ancaman keamanan yang "sangat serius".
Tak ketinggalan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut angkat bicara melalui pernyataan video yang mengumumkan "serangan besar-besaran" terhadap Iran. Trump menyebut operasi ini sebagai "operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini dari mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita". Ia juga menegaskan bahwa serangan-serangan ini "akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah".
Eskalasi militer yang mendadak ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah, memicu kekhawatiran akan dampak yang lebih luas terhadap stabilitas regional dan global. Dunia kini menanti perkembangan selanjutnya dari situasi yang sangat volatil ini, di mana setiap langkah dapat memicu reaksi berantai yang tak terduga.

