Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Iran Geger Siapa Pengganti Khamenei
Trending Indonesia

Iran Geger Siapa Pengganti Khamenei

GunawatiBy Gunawati02-03-2026 - 03.45Tidak ada komentar4 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Iran Geger Siapa Pengganti Khamenei
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Iran kini dihadapkan pada babak baru pasca-kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Insiden tragis akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ini memicu pertanyaan besar: siapa yang akan meneruskan tongkat kepemimpinan di Republik Islam tersebut? Pencarian pengganti Khamenei, yang telah memimpin dengan tangan besi selama hampir empat dekade, menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian yang melanda.

Dilansir dari Al-Jazeera dan CNN, Majelis Pakar, sebuah badan beranggotakan 88 ulama senior terpilih, kini memegang mandat untuk menentukan suksesor Khamenei. Tugas krusial ini baru pernah diemban sekali sejak berdirinya Republik Islam pada tahun 1979, yakni saat Khamenei sendiri terpilih secara tergesa-gesa setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini. Pemerintah Iran berupaya keras untuk segera menunjukkan stabilitas, dengan para anggota majelis diperkirakan akan segera berkumpul untuk membahas calon-calon potensial.

Iran Geger Siapa Pengganti Khamenei
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, proses suksesi ini tidak luput dari tantangan. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan pengeboman yang menargetkan rezim tersebut menimbulkan keraguan apakah Majelis Pakar berani mengambil risiko untuk mengadakan pertemuan. Calon pemimpin baru harus memenuhi kualifikasi ketat: seorang laki-laki, ulama dengan kompetensi politik, otoritas moral, dan loyalitas penuh terhadap Republik Islam. Konstitusi memungkinkan majelis untuk menafsirkan aturan ini, berpotensi mengecualikan ulama reformis yang cenderung mendukung kebebasan sosial dan keterlibatan internasional yang lebih besar.

Sebagai langkah sementara, Iran telah membentuk dewan beranggotakan tiga orang yang terdiri dari presiden negara, kepala kehakiman, dan salah satu ahli hukum Dewan Penjaga Konstitusi. Dewan ini akan mengambil alih semua tugas kepemimpinan sementara. Sebelum wafat, Aljazeera melaporkan bahwa Khamenei telah menyebutkan empat nama calon, meskipun detailnya belum diungkap ke publik. Skenario lain yang mungkin adalah pembentukan dewan empat orang untuk menjalankan negara hingga pemimpin baru terpilih.

Sementara itu, CNN dan para analis telah mengulas beberapa kandidat potensial yang disebut-sebut memiliki peluang besar untuk menggantikan Khamenei. Berikut adalah daftar nama-nama yang muncul ke permukaan:

Mojtaba Khamenei
Putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei (56), dikenal memiliki pengaruh signifikan di balik layar dan memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), badan militer paling kuat di negara itu, serta pasukan paramiliter sukarelawan Basij. Namun, suksesi dari ayah ke anak tidak disukai dalam kalangan ulama Muslim Syiah dan khususnya di Iran revolusioner yang muncul setelah menggulingkan monarki yang sangat dibenci. Hambatan tambahan adalah Mojtaba bukanlah ulama berpangkat tinggi dan tidak memiliki peran resmi dalam rezim tersebut. Ia dikenai sanksi oleh AS pada tahun 2019.

Alireza Arafi
Sebagai tokoh yang kurang dikenal publik, Alireza Arafi (67) adalah seorang ulama terkemuka dengan rekam jejak di lembaga pemerintahan yang juga merupakan orang kepercayaan Khamenei. Saat ini, dia menjabat sebagai wakil ketua Majelis Pakar dan telah menjadi anggota Dewan Penjaga yang berpengaruh, yang memeriksa calon pemilihan dan undang-undang yang disahkan oleh parlemen. Dia juga kepala sistem seminari Iran. Menurut Alex Vatanka dari Middle East Institute, kesediaan Khamenei untuk menunjuk Arafi ke posisi senior dan strategis menunjukkan bahwa dia memiliki ‘kepercayaan yang besar pada kemampuan birokrasinya’. Namun, Arafi tidak dikenal sebagai tokoh politik berpengaruh dan tidak memiliki hubungan dekat dengan lembaga keamanan. Dia disebut mahir dalam bidang teknologi dan fasih berbahasa Arab serta Inggris. Dia juga aktif menulis dengan menerbitkan 24 buku dan artikel.

Mohammad Mehdi Mirbagheri
Mirbagheri (60) adalah ulama garis keras dan anggota Majelis Pakar yang mewakili sayap paling konservatif dari kalangan ulama. Baru-baru ini dilaporkan bahwa dia membenarkan tingginya angka kematian dalam perang Israel di Gaza dengan mengatakan bahwa kematian bahkan setengah dari populasi dunia ‘layak’ jika itu mencapai kedekatan dengan Tuhan. Menurut IranWire, sebuah media aktivis, dia sangat menentang Barat dan percaya bahwa konflik antara orang beriman dan orang kafir tidak dapat dihindari. Saat ini, dia memimpin Akademi Ilmu-Ilmu Islam di kota suci Qom di bagian utara.

Hassan Khomeini
Khomeini (50) adalah cucu dari pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang memberinya legitimasi religius dan revolusioner. Dia bertugas sebagai penjaga mausoleum Khomeini tetapi belum pernah memegang jabatan publik dan tampaknya memiliki sedikit pengaruh terhadap aparat keamanan negara atau elit penguasa. Dia dikenal kurang garis keras dibandingkan banyak rekan-rekannya dan dilarang mencalonkan diri untuk Majelis Pakar pada tahun 2016.

Hashem Hosseini Bushehri
Bushehri (60-an) adalah seorang ulama senior yang terkait erat dengan lembaga-lembaga yang mengelola suksesi, khususnya Majelis Pakar, di mana dia menjabat sebagai wakil ketua pertama. Dia disebut dekat dengan Khamenei tetapi memiliki profil rendah di dalam negeri dan tidak dikenal memiliki hubungan yang kuat dengan IRGC.

Pencarian pengganti Khamenei bukan hanya sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan penentu arah masa depan Iran di tengah gejolak regional dan tekanan internasional yang semakin meningkat.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Markas Utama Iran Runtuh Klaim AS Mengguncang

02-03-2026 - 03.30

Sikap Tak Terduga Irak Pasca Kematian Tokoh Penting

02-03-2026 - 03.15

Iran Tembak Jatuh Drone Kapal Induk Kena Hantam

02-03-2026 - 03.00

Ribuan Bom Israel Hantam Iran Sekolah Hancur

01-03-2026 - 23.45

Pembalasan Iran Hantam Jantung Kekuatan AS

01-03-2026 - 23.30

Dua Pilar Pertahanan Iran Gugur Ini Profil Mereka

01-03-2026 - 23.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.