Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini menyatakan kekagumannya terhadap berbagai capaian riset dan inovasi yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Apresiasi khusus diberikan pada terobosan-terobosan yang secara langsung menjawab tantangan dan permasalahan krusial di tengah masyarakat, mulai dari pengelolaan limbah hingga material konstruksi ramah lingkungan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Kepala BRIN, Arif Satria, mengungkapkan bahwa Presiden sangat antusias dan berterima kasih atas kontribusi BRIN.
Fokus utama perhatian Presiden Prabowo, menurut Arif, adalah pada pengembangan teknologi pengelolaan sampah oleh BRIN. Teknologi ini dirancang untuk berbagai skala, menjangkau kebutuhan dari tingkat rumah tangga hingga solusi komprehensif untuk kawasan perkotaan. "Kami bangga, teknologi ini telah berhasil diimplementasikan di 80 lokasi berbeda," ujar Arif. Ia menambahkan, BRIN juga menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) dengan kapasitas bervariasi, termasuk unit skala besar 100 ton per hari dan 50 ton per hari, menunjukkan keberagaman inovasi dalam penanganan limbah. Presiden Prabowo menekankan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, baik di kota maupun desa, sebagai fondasi vital untuk mendukung sektor pariwisata nasional.

Tidak hanya urusan sampah, Presiden Prabowo juga menunjukkan ketertarikan mendalam pada inovasi BRIN di sektor material konstruksi. Arif Satria menjelaskan bahwa arahan langsung dari Presiden sebelumnya telah mendorong BRIN untuk menciptakan teknologi genteng yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memanfaatkan sepenuhnya potensi limbah lokal. "Kami berhasil mengembangkan genteng inovatif yang terbuat dari limbah sawit, limbah kelapa, dan serabut kelapa. Produk ini sangat unggul karena ringan dan sepenuhnya berkelanjutan," terang Arif, menyoroti keunggulan material tersebut.
Dalam upaya memastikan keberlanjutan dan penerapan luas, BRIN kini menjalin kerja sama strategis dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk melakukan uji coba lapangan terhadap genteng inovatif ini. Lebih lanjut, Arif Satria juga mengungkapkan bahwa BRIN memiliki prototipe rumah tahan gempa dengan berbagai desain, yang dapat dibangun dalam waktu singkat, yakni 14 hari, dan siap huni dalam 30 hari, menawarkan solusi hunian aman bagi masyarakat di daerah rawan bencana.
