Istanbul digegerkan oleh penemuan tragis dua wanita asal Uzbekistan yang tewas dimutilasi, dengan potongan tubuh mereka ditemukan tersebar di tempat sampah kota. Kasus mengerikan ini, yang kini telah menyeret dua pria senegara korban sebagai tersangka utama, menjadi sorotan tajam. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden ini memicu gelombang kemarahan dan tuntutan keadilan.
Menurut laporan media lokal Turki yang dikutip oleh internationalmedia.co.id, penyelidikan dimulai setelah penemuan mayat tanpa kepala yang terbungkus kain di sebuah tempat sampah di distrik Sisli, Istanbul. Bagian kaki mayat tersebut juga telah dimutilasi. Korban pertama kemudian diidentifikasi sebagai Durdona Khakimova, seorang wanita Uzbekistan berusia 37 tahun.

Rekaman CCTV menjadi kunci utama dalam mengungkap kasus ini. Setelah menganalisis rekaman, kepolisian berhasil melacak dan menangkap dua pria berkewarganegaraan Uzbekistan di Bandara Istanbul, tepat saat mereka berupaya meninggalkan kota tersebut.
Penyelidikan mendalam kemudian mengarah pada penemuan mayat kedua, Ergashalieva Sayyora, 32 tahun, yang juga ditemukan dalam kondisi termutilasi di beberapa lokasi tempat sampah berbeda di Istanbul. internationalmedia.co.id mengutip laporan DHA News dan Halk TV yang menyebut Sayyora tiba di Turki pada 28 Desember 2025 dan terakhir berkomunikasi dengan keluarganya pada 23 Januari 2026. Fakta mengejutkan terungkap: Sayyora ternyata tinggal di rumah yang sama dengan Khakimova, lokasi yang diyakini menjadi tempat pembunuhan keduanya.
Para penyidik menemukan bahwa kedua wanita nahas itu telah tinggal bersama di rumah tersebut selama sebulan dengan kedua tersangka. Lebih jauh, terungkap bahwa Sayyora memiliki hubungan asmara dengan salah satu pria yang kini menjadi terdakwa. Rekaman CCTV pada 23 Januari 2026 menunjukkan Sayyora memasuki rumah, diikuti oleh kedua tersangka. Keesokan harinya, kedua tersangka terlihat meninggalkan rumah tersebut sambil membawa sejumlah kantong sampah hitam besar.
Tidak hanya itu, rekaman juga memperlihatkan kedua tersangka membawa sebuah koper putih keluar dari rumah, menaiki taksi menuju area Fatih, mengosongkan isinya ke tempat sampah, sebelum akhirnya berjalan kaki menuju stasiun metro Yenikapi. Selama interogasi, para tersangka akhirnya mengakui bahwa Sayyora dibunuh dengan benda tajam pada 23 Januari 2026, dan mayatnya kemudian dimutilasi.
Kedua tersangka kini telah didakwa atas pembunuhan berencana dan dijadwalkan akan menghadapi persidangan pada Jumat (13/2) waktu setempat. Kasus pembunuhan brutal ini sontak memicu gelombang kemarahan dari kelompok-kelompok pejuang hak wanita di Turki. Aksi demonstrasi besar-besaran digelar di Istanbul dan Ankara, menuntut keadilan bagi para korban kekerasan gender dan menyerukan perlindungan yang lebih baik bagi wanita.

