Sebuah insiden penembakan brutal mengguncang area Universitas Brown, Amerika Serikat, pada Sabtu (13/12/2025) malam, menewaskan dua individu dan melukai delapan lainnya. Peristiwa tragis ini segera menarik perhatian Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan keprihatinan mendalam. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden ini menjadi sorotan nasional, mengingat reputasi kampus yang prestisius.
Presiden Trump, dalam pernyataannya, mengungkapkan bahwa ia telah menerima laporan lengkap mengenai situasi di kampus bergengsi tersebut. "Saya telah diberi pengarahan penuh tentang situasi di Universitas Brown, betapa mengerikannya hal itu," ujar Trump, seperti dikutip dari CNN International. Ia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah memberikan pertolongan kepada para korban yang terluka dan meminta seluruh warga Amerika untuk mendoakan mereka.

Seraya menyerukan doa bagi para korban, Trump juga memastikan bahwa aparat kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan menangkap pelaku. "Kami akan memberi tahu Anda nanti tentang apa yang terjadi, tetapi ini sangat disayangkan," tambahnya. Senada dengan Presiden, Wakil Presiden AS JD Vance turut menyampaikan keprihatinannya melalui akun X miliknya. Vance menegaskan bahwa pemerintah terus memantau ketat perkembangan di Universitas Brown dan FBI siap memberikan bantuan penuh. "Berita buruk dari Rhode Island malam ini. Kita semua memantau situasi dan FBI siap melakukan apa pun untuk membantu," tulis Vance.
Insiden berdarah yang terjadi pada Sabtu malam waktu setempat ini telah merenggut dua nyawa dan menyebabkan delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Hingga saat ini, identitas maupun keberadaan pelaku penembakan masih menjadi misteri. Wali Kota Providence, Rhode Island, Brett Smiley, mengonfirmasi bahwa pihak berwenang belum berhasil menahan tersangka. "Saat ini kami belum menahan pelaku penembakan," kata Smiley, dilansir dari AFP.
Universitas Brown dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi paling prestisius di Amerika Serikat. Kampus ini merupakan bagian dari kelompok Ivy League, sebuah asosiasi delapan universitas swasta di timur laut AS yang diakui secara global atas keunggulan akademik, selektivitas, dan jaringan alumni yang berpengaruh. Peristiwa tragis ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas Brown University tetapi juga kembali memicu perdebatan mengenai keamanan kampus dan isu kekerasan senjata di Amerika Serikat.

