Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Hormuz Memanas Trump Beri Ultimatum Mengejutkan
Trending Indonesia

Hormuz Memanas Trump Beri Ultimatum Mengejutkan

GunawatiBy Gunawati13-04-2026 - 23.30Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Hormuz Memanas Trump Beri Ultimatum Mengejutkan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Selat Hormuz kembali memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras. Trump menyatakan akan menghancurkan setiap kapal Iran yang berani mendekati blokade angkatan laut AS di jalur maritim strategis tersebut. Ultimatum ini datang di tengah desakan komunitas internasional agar gencatan senjata dihormati dan proses negosiasi damai dilanjutkan, seperti dilaporkan pada Senin (13/4/2026).

Melalui platform media sosialnya, Presiden Trump menegaskan bahwa sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran telah lumpuh selama konflik. Namun, ia memperingatkan, jika ada "kapal serang cepat" Teheran yang tersisa mencoba mendekati zona blokade, "mereka akan segera dilenyapkan." Sebelumnya, militer AS telah mengumumkan rencana blokade yang dijadwalkan dimulai pukul 14.00 GMT, mencakup seluruh kapal yang berlayar keluar atau mencoba berlabuh di pelabuhan Iran. Namun, hingga batas waktu tersebut terlewati, belum ada konfirmasi resmi mengenai implementasi blokade tersebut.

Hormuz Memanas Trump Beri Ultimatum Mengejutkan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pengumuman blokade oleh Trump pada hari Minggu ini menyusul kegagalan delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance untuk mencapai kesepakatan dengan pejabat Iran di Pakistan. Pertemuan tersebut bertujuan mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari, diawali dengan serangan mematikan AS dan Israel terhadap Teheran.

Padahal, pada Rabu sebelumnya, AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, membuka jalan bagi negosiasi. Para mediator dari Pakistan dan Qatar terus mendesak agar kesepakatan ini dihormati di tengah upaya diplomatik yang tak henti. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dalam rapat kabinetnya menyatakan, "Gencatan senjata masih berlaku dan saat ini, upaya penuh sedang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang belum terselesaikan."

Menanggapi situasi ini, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, menegaskan prinsip hukum maritim internasional. Ia menyatakan bahwa tidak ada negara yang berhak "melarang hak lintas damai atau kebebasan navigasi melalui selat internasional yang digunakan untuk transit internasional."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri sekaligus Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mendesak Washington dan Teheran untuk menjamin kebebasan navigasi. Ia juga menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dari menjadikan jalur maritim "sebagai alat untuk menekan," serta mendorong mereka untuk terus berkomunikasi dengan para mediator.

Iran sendiri memiliki riwayat menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang mereka anggap musuh, hanya mengizinkan kapal dari negara-negara sahabat, seperti Tiongkok, untuk melintas.

Dampak langsung dari eskalasi ini terasa di pasar minyak global. Harga minyak, yang sempat turun signifikan pasca-gencatan senjata, kini melonjak sekitar delapan persen pada hari Senin. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar akan terhambatnya lalu lintas kapal tanker akibat kebuntuan yang kembali terjadi.

(Sumber: internationalmedia.co.id – fas/jbr)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

ASEAN Beri Peringatan Keras Krisis Hormuz

14-04-2026 - 03.00

Situasi Lebanon Memanas Ribuan Korban Berjatuhan

13-04-2026 - 23.45

Paus Leo XIV Bikin Trump Murka

13-04-2026 - 23.15

Selat Hormuz di Ambang Krisis

13-04-2026 - 21.45

Iran Catat Rekor Eksekusi Mati Terburuk

13-04-2026 - 21.30

Gagal Damai Selat Hormuz Terancam Diblokade

13-04-2026 - 21.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.