Washington DC โ Ghislaine Maxwell, sosok sentral dalam lingkaran kejahatan seks Jeffrey Epstein, memilih bungkam saat dimintai keterangan oleh anggota parlemen Amerika Serikat. Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung via tautan video dari penjara, Senin lalu, Maxwell menolak untuk memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan krusial. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, penolakan ini didasarkan pada Amandemen Kelima Konstitusi AS, yang melindungi individu dari pengakuan yang memberatkan diri sendiri. Komite Pengawasan DPR AS, yang kini didominasi Partai Republik, tengah intens menyelidiki jaringan koneksi Epstein dengan figur-figur berpengaruh, serta bagaimana penanganan informasi terkait kejahatannya.
Maxwell, yang saat ini menjalani hukuman 20 tahun penjara atas perannya dalam memperdagangkan anak perempuan untuk Epstein, melalui pengacaranya, David Markus, menyatakan kesediaannya untuk berbicara secara ‘penuh dan jujur’ โ namun dengan satu syarat mengejutkan: pengampunan dari Presiden Donald Trump. Markus menegaskan bahwa hanya kliennya yang mampu memberikan ‘penjelasan lengkap’ mengenai tindakan Epstein. "Beberapa orang mungkin tidak menyukai apa yang mereka dengar, tetapi kebenaran itu penting," ujar Markus dalam pernyataannya. Ia bahkan mengklaim bahwa baik Presiden Trump maupun mantan Presiden Bill Clinton tidak bersalah atas pelanggaran apa pun, dan hanya Maxwell yang bisa menguraikan alasannya, sebuah penjelasan yang menurutnya berhak diketahui publik.

Pemanggilan Maxwell untuk bersaksi datang setelah rilis ribuan dokumen baru terkait kasus Epstein pada 30 Januari lalu, yang memicu kembali sorotan publik dan politisi. Partai Demokrat dengan cepat menuduh Maxwell memanfaatkan kesaksiannya sebagai alat tawar-menawar untuk mendapatkan pengampunan dari Trump. Namun, Ketua Komite Pengawasan DPR AS, James Comer dari Partai Republik, dengan tegas menolak gagasan tersebut. "Sayangnya, hari ini dia memiliki kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dimiliki setiap warga Amerika, pertanyaan yang sangat penting dalam penyelidikan ini, dan dia memilih untuk menggunakan haknya berdasarkan Amandemen Kelima," kata Comer, menyatakan ketidakpercayaannya bahwa Maxwell pantas mendapatkan pengampunan.
Penyelidikan Epstein semakin rumit dengan adanya jutaan halaman dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. Menurut peninjauan materi oleh New York Times, dokumen-dokumen tersebut mencakup sekitar 38.000 kali penyebutan nama Trump dalam lebih dari 5.300 berkas. Angka ini menunjukkan betapa luasnya jaringan dan implikasi kasus Epstein yang terus terkuak.
Komite Pengawasan DPR AS tidak berhenti pada kesaksian Maxwell. Mereka telah menjadwalkan lima kesaksian penting lainnya sebagai bagian dari upaya mengungkap seluruh kebenaran di balik skandal Epstein. Nama-nama besar yang akan dipanggil termasuk miliarder dan pendiri Victoria’s Secret, Les Wexner, pada 18 Februari; mantan Presiden AS Bill Clinton pada 26 Februari; mantan Ibu Negara AS dan mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pada 27 Februari; serta akuntan dan pengacara Epstein pada 11 dan 19 Maret. Langkah-langkah ini menegaskan komitmen parlemen untuk menyingkap setiap lapisan misteri dalam kasus yang menggemparkan dunia ini.

