Letusan gunung berapi di Kamchatka, Rusia, mengejutkan dunia. Internationalmedia.co.id melaporkan, gunung berapi Krasheninnikov, yang telah ‘tertidur’ selama 450 tahun, kembali aktif empat hari setelah gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah tersebut. Gambar-gambar yang beredar di media pemerintah Rusia memperlihatkan gumpalan abu vulkanik membumbung tinggi hingga mencapai ketinggian sekitar 6.000 meter.
Kementerian Situasi Darurat Kamchatka memastikan, tidak ada permukiman penduduk yang terdampak langsung oleh letusan ini. Abu vulkanik menyebar ke arah timur menuju Samudra Pasifik, menjauhi area pemukiman. Meski demikian, otoritas setempat menetapkan kode bahaya penerbangan ‘oranye’, mengindikasikan potensi gangguan penerbangan di sekitar wilayah tersebut.

Kejadian ini terjadi setelah gunung berapi Klyuchevskoy, gunung berapi paling aktif di Eurasia, meletus pada hari Rabu. Letusan Klyuchevskoy, yang tergolong cukup sering terjadi, menambah kekhawatiran akan aktivitas vulkanik di Kamchatka. Kedua letusan tersebut terjadi pasca gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah tersebut pada Rabu (30/7), memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal di beberapa negara. Meskipun kerusakan material terjadi di Rusia, terutama di pelabuhan Severo-Kurilsk, belum ada laporan korban jiwa akibat bencana alam tersebut. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan bagi para ahli geologi tentang potensi hubungan antara gempa bumi dahsyat dan aktivitas vulkanik yang meningkat di wilayah tersebut.

