Penggerebekan besar-besaran di pabrik baterai Hyundai-LG di Georgia, Amerika Serikat, menimbulkan gelombang kejut. Internationalmedia.co.id melaporkan, sekitar 475 pekerja, mayoritas warga Korea Selatan, ditahan dalam operasi imigrasi yang disebut sebagai yang terbesar di era pemerintahan Trump. Reaksi Presiden Trump pun tak kalah mengejutkan.
Melalui media sosial, Trump memberikan peringatan keras kepada perusahaan asing yang beroperasi di AS. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum imigrasi Amerika. "Investasi Anda disambut baik, tapi pastikan Anda membawa tenaga kerja secara LEGAL dan melatih pekerja Amerika," tegasnya. Pernyataan ini disampaikan setelah video penggerebekan beredar luas, memperlihatkan para pekerja tangan dan kaki terborgol digiring ke dalam bus.

Trump mengakui kekurangan keahlian di kalangan pekerja lokal, namun tetap membela tindakan ICE (Otoritas Imigrasi dan Bea Cukai AS) yang menangkap para pekerja ilegal. "ICE bertindak benar," ujarnya, "tapi kita perlu mencari cara untuk menambah tenaga kerja dan melatih pekerja kita sendiri."
Pihak LG Energy Solution mengkonfirmasi penangkapan 47 karyawannya, termasuk satu warga negara Indonesia. Kementerian Luar Negeri Indonesia telah mengonfirmasi hal tersebut dan menyatakan dokumen pekerja Indonesia tersebut lengkap. Sementara itu, otoritas Korea Selatan menyatakan negosiasi pembebasan para pekerja telah selesai dan mereka akan segera dipulangkan.
Steven Schrank, agen khusus yang bertanggung jawab atas Investigasi Keamanan Dalam Negeri di Georgia, menjelaskan penggerebekan tersebut menargetkan praktik ketenagakerjaan ilegal di lokasi konstruksi seluas 100 acre. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan imigrasi AS dan dampaknya terhadap investasi asing.
