Internationalmedia.co.id – News – Jakarta – Suasana di Timur Tengah kembali memanas dengan serangkaian insiden yang mengguncang stabilitas regional. Kabar mengejutkan datang dari Iran, di mana pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei, dikabarkan menderita luka akibat serangan yang diduga dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Namun, kabar tersebut segera ditepis oleh seorang pejabat di Teheran, yang memastikan kondisi Mojtaba "aman dan sehat".
Klarifikasi mengenai kondisi Mojtaba ini disampaikan oleh Yousef Pezeshkian, seorang penasihat pemerintah Iran sekaligus putra Presiden Masoud Pezeshkian, pada Rabu (11/3/2026), seperti dilaporkan AFP. "Saya mendengar kabar bahwa Bapak Mojtaba Khamenei terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberitahu saya bahwa, alhamdulillah, beliau dalam keadaan aman dan sehat," ujar Yousef melalui pernyataan di Telegram. Pernyataan ini berupaya meredakan spekulasi di tengah ketegangan yang meningkat tajam.

Bersamaan dengan itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Camp Arifjan, Kuwait. IRGC menyatakan bahwa setidaknya dua rudal berhasil menghantam pangkalan yang terletak di selatan Kota Kuwait tersebut. Klaim ini, seperti dilaporkan kantor berita Iran Fars dan Mehr pada Rabu (11/3/2026), menambah daftar eskalasi militer di kawasan yang sudah tegang.
Di sisi internal, kepolisian Iran mengeluarkan peringatan keras kepada warganya. Kepala Kepolisian Nasional Iran, Ahmad-Reza Radan, melalui siaran televisi pemerintah IRIB pada Selasa (10/3), menegaskan bahwa siapa pun yang berunjuk rasa "atas permintaan musuh" akan diperlakukan sebagai musuh negara, bukan sekadar demonstran. Peringatan ini muncul di tengah konflik yang memanas antara Iran dengan AS dan Israel, seperti dilansir AFP dan The Guardian.
Tak hanya di Iran, gejolak juga terasa di Uni Emirat Arab. Dua drone dilaporkan jatuh di dekat Bandara Internasional Dubai pada Rabu (11/3) pagi waktu setempat, menyebabkan empat warga negara asing terluka. Kantor Media Dubai, seperti dilansir Anadolu Agency, mengidentifikasi korban sebagai dua warga Ghana dan satu warga Bangladesh yang mengalami luka ringan, serta satu warga India dengan luka sedang. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran baru akan keamanan sipil di wilayah tersebut, menambah daftar panjang ketidakpastian yang melanda Timur Tengah.
(ita/ita)

