Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Gaza Kembali Berdarah Gencatan Senjata Terancam
Trending Indonesia

Gaza Kembali Berdarah Gencatan Senjata Terancam

GunawatiBy Gunawati31-01-2026 - 18.45Tidak ada komentar2 Mins Read3 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Gaza Kembali Berdarah Gencatan Senjata Terancam
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Jalur Gaza kembali dilanda horor serangan udara Israel pada Sabtu (31/1) waktu setempat, menewaskan sedikitnya 11 warga sipil dan melukai 20 lainnya. Insiden tragis ini terjadi di tengah periode gencatan senjata yang seharusnya membawa kedamaian, memicu kekhawatiran serius akan keberlanjutan kesepakatan tersebut. Serangan mematikan ini menyasar tenda-tenda pengungsian dan sebuah apartemen, tempat warga mencari perlindungan dari konflik berkepanjangan.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Barsh, yang bernaung di bawah otoritas Hamas, mengonfirmasi jumlah korban kepada AFP. Ia menyebutkan bahwa serangan "pendudukan" ini secara langsung menargetkan warga sipil. Korban luka-luka segera dilarikan ke berbagai rumah sakit di Gaza City bagian utara dan Khan Younis di selatan Jalur Gaza, menambah beban pada fasilitas medis yang sudah kewalahan dan minim pasokan.

Gaza Kembali Berdarah Gencatan Senjata Terancam
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kantor pers pemerintah Gaza melaporkan bahwa di antara korban tewas terdapat tujuh anggota dari satu keluarga yang berlindung di tenda pengungsian di wilayah selatan Jalur Gaza, termasuk seorang anak dan seorang lansia. Al-Barsh juga menyoroti pelanggaran serius Israel terhadap perjanjian gencatan senjata, yang diperparah dengan krisis pasokan medis, obat-obatan, dan peralatan yang sangat parah di wilayah tersebut.

Gencatan senjata, yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan mulai berlaku sejak Oktober tahun lalu, telah memasuki fase kedua pada Januari ini. Kesepakatan tersebut seharusnya mencakup perlucutan senjata Hamas, penarikan bertahap pasukan Israel, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional. Namun, insiden terbaru ini menunjukkan betapa rapuhnya kesepakatan tersebut, dengan kedua belah pihak berulang kali saling menuduh melanggar ketentuan yang telah disepakati.

Sejak gencatan senjata diberlakukan, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total sedikitnya 509 orang telah tewas. Konflik berkepanjangan ini telah menyebabkan hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi setidaknya sekali, dengan ratusan ribu orang kini terpaksa hidup di tenda-tenda atau tempat penampungan sementara. Sebagian besar Jalur Gaza telah hancur lebur akibat rentetan serangan Israel, memperparah kondisi wilayah yang sudah menderita akibat pertempuran sebelumnya dan blokade yang diberlakukan Tel Aviv sejak tahun 2007.

Secara keseluruhan, perang yang telah berlangsung selama dua tahun ini, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dianggap kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah merenggut lebih dari 71.769 nyawa di daerah kantong Palestina tersebut. Serangan terbaru ini hanya menambah daftar panjang penderitaan dan ketidakpastian bagi warga Gaza, serta mempertanyakan komitmen terhadap upaya perdamaian.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Terkuak Serangan Iran Sasar Siapa Sebenarnya

27-03-2026 - 07.00

Ribuan Nyawa Melayang di Lebanon Israel Terus Menyerang

27-03-2026 - 03.15

Trump Ungkap Strategi Berani Rebut Minyak Iran

27-03-2026 - 03.00

Terkuak Angka Fantastis Pengungsi Iran Lebanon

26-03-2026 - 23.00

Mantan Presiden Venezuela Siap Hadapi Sidang Penentu di New York

26-03-2026 - 21.45

Trump Beri Ultimatum Iran Waktu Habis

26-03-2026 - 21.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.