Helsinki – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Otoritas Finlandia dibuat bertanya-tanya setelah mendeteksi sejumlah kecil zat radioaktif dalam sampel udara yang diambil dari beberapa wilayahnya. Temuan ini, meskipun dinyatakan tidak berisiko bagi kesehatan masyarakat, menyisakan misteri besar mengenai asal-usul kontaminasi tersebut.
Badan pengawas keselamatan nuklir Finlandia, Otoritas Radiasi dan Keselamatan Nuklir (STUK), mengumumkan temuan ini pada Jumat (30/1/2026). Mereka menegaskan bahwa konsentrasi zat radioaktif yang terdeteksi sangat rendah, sehingga tidak menimbulkan ancaman terhadap manusia maupun lingkungan.

Berdasarkan laporan yang dikutip oleh Internationalmedia.co.id, sampel partikel udara yang dikumpulkan oleh STUK pada pertengahan Januari di area Rovaniemi, Kuopio, dan Imatra menunjukkan kadar zat radioaktif yang melebihi batas deteksi. Meskipun demikian, STUK kembali menekankan bahwa level tersebut masih tergolong sangat minim.
Hingga kini, sumber pasti dari zat radioaktif tersebut masih menjadi teka-teki. STUK secara tegas menyatakan bahwa kontaminasi ini tidak berasal dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang beroperasi di wilayah Finlandia.
"Dalam banyak kasus, sumber zat radioaktif memang sulit untuk diidentifikasi," ujar perwakilan STUK. Pernyataan ini menggarisbawahi kompleksitas pelacakan jejak radioaktif. Perlu diketahui, Finlandia, Swedia, Rusia, dan wilayah sekitarnya memang memiliki sejumlah reaktor tenaga nuklir, menambah lapisan potensi sumber yang perlu dipertimbangkan dalam investigasi.
Meskipun demikian, otoritas terus memantau situasi dan memastikan tidak ada ancaman berkelanjutan bagi publik. Misteri di balik jejak radioaktif di langit Finlandia ini menjadi fokus perhatian, dengan harapan sumbernya dapat segera terungkap.

