Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Eks Ibu Negara Korsel Terbukti Korupsi Berakhir di Bui
Trending Indonesia

Eks Ibu Negara Korsel Terbukti Korupsi Berakhir di Bui

GunawatiBy Gunawati28-01-2026 - 21.30Tidak ada komentar3 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Eks Ibu Negara Korsel Terbukti Korupsi Berakhir di Bui
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Seoul – Mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, dijatuhi hukuman 20 bulan penjara oleh Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Rabu (28/1/2026). Vonis ini menandai babak baru dalam skandal korupsi yang menjeratnya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Kim dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan korupsi, meskipun ia berhasil lolos dari tuduhan manipulasi saham dan pelanggaran undang-undang pendanaan kampanye. Putusan ini dibacakan oleh Hakim Woo In-sung.

Kim Keon Hee didakwa menerima suap bernilai fantastis dari berbagai pihak, termasuk dari Gereja Unifikasi yang kontroversial. Hadiah-hadiah mewah seperti dua tas Chanel dan sebuah kalung Graff senilai lebih dari USD 200.000 dilaporkan diterima dari pemimpin sekte tersebut, selain suap dari kalangan bisnis dan politisi. Meski demikian, Hakim Woo In-sung menegaskan bahwa Kim tidak terbukti bersalah dalam kasus manipulasi saham dan pelanggaran undang-undang pendanaan kampanye, fokus utama vonisnya adalah pada tindak pidana korupsi.

Eks Ibu Negara Korsel Terbukti Korupsi Berakhir di Bui
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Saat vonis dibacakan di ruang sidang, Kim Keon Hee, yang tampil mengenakan jas hitam, masker putih, dan kacamata, tampak tenang. Dalam kesaksiannya pada Desember 2025, ia sempat membantah seluruh tuduhan, menyebutnya ‘sangat tidak adil’. Namun, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ‘masalah yang ditimbulkan’ dan mengakui telah ‘membuat banyak kesalahan’ dalam menjalankan perannya.

Nasib serupa juga menimpa sang suami, mantan Presiden Yoon Suk Yeol, yang kini telah lebih dulu mendekam di balik jeruji besi. Pada Jumat (16/1/2026), Yoon dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh Hakim Baek Dae-hyun di Pengadilan Distrik Pusat Seoul. Ia terbukti bersalah karena menghalangi penegakan hukum dan tidak melibatkan anggota kabinet dalam rapat perencanaan darurat militer yang ia deklarasikan pada Desember 2024, sebuah tindakan yang memicu kekacauan besar.

Hakim Baek Dae-hyun menyoroti bahwa Yoon, sebagai presiden, memiliki kewajiban untuk menjunjung tinggi Konstitusi, namun justru menunjukkan sikap mengabaikannya. "Kesalahan terdakwa sangat berat," ujar Baek, seperti dikutip dari AFP. Meskipun jaksa penuntut menuntut 10 tahun penjara, Yoon hanya divonis lima tahun dan dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan pemalsuan dokumen resmi. Mantan presiden tersebut sendiri bersikukuh bahwa ia tidak melanggar hukum apa pun.

Vonis lima tahun ini hanyalah awal dari serangkaian persidangan yang dihadapi Yoon. Ia masih harus menghadapi dakwaan serius lainnya, termasuk tuduhan sebagai ‘pemimpin pemberontakan’ terkait deklarasi darurat militer, di mana jaksa bahkan menuntut hukuman mati. Putusan untuk dakwaan pemberontakan ini dijadwalkan pada 19 Februari 2026. Meski demikian, perlu dicatat bahwa Korea Selatan telah memberlakukan moratorium eksekusi mati sejak 1997. Selain itu, Yoon juga akan diadili dalam kasus terpisah atas dakwaan membantu musuh, terkait dugaan perintah penerbangan drone di atas wilayah Korea Utara.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Situasi Lebanon Selatan Memanas Israel Perluas Serangan

27-03-2026 - 21.30

Siapa yang Berbohong Soal Selat Hormuz

27-03-2026 - 21.15

Dolar AS Berubah Tanda Tangan Trump Cetak Sejarah

27-03-2026 - 21.00

Pertemuan Rahasia AS Iran Segera Terjadi

27-03-2026 - 18.45

Dolar AS Berubah Drastis Tanda Tangan Trump Terukir

27-03-2026 - 18.30

Warisan Dunia Iran Terancam Hancur Akibat Perang

27-03-2026 - 18.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.