Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Iran mengisyaratkan penutupan Selat Hormuz, jalur laut vital bagi pasokan minyak dan gas global. Langkah ini disebut sebagai respons langsung terhadap serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran, memicu kekhawatiran serius di pasar energi internasional.
Garda Revolusi Iran, melalui kantor berita Tasnim, baru-baru ini mengeluarkan peringatan tegas kepada kapal-kapal yang melintas. Mereka menyatakan bahwa kondisi keamanan di sekitar selat kini tidak kondusif untuk pelayaran akibat "agresi militer" dari AS dan Israel, serta respons balasan dari Iran. Peringatan ini secara efektif mengindikasikan bahwa Selat Hormuz tidak lagi aman untuk dilintasi.

Pernyataan lebih lanjut dari Garda Revolusi Iran, seperti dilaporkan oleh internationalmedia.co.id, memperjelas bahwa penghentian lalu lintas kapal dan tanker melalui Selat Hormuz berarti selat tersebut "secara fundamental telah ditutup." Kapal-kapal di area tersebut juga telah menerima peringatan serupa melalui siaran radio, melarang mereka melintas di jalur strategis tersebut.
Selat Hormuz, yang terletak strategis di Teluk Arab, adalah urat nadi ekonomi global, khususnya bagi sekutu AS dan pasar energi dunia. Penutupan atau gangguan di selat ini memiliki implikasi besar mengingat sebagian besar ekspor minyak Iran dan pasokan energi global melewati jalur ini.
Dengan posisinya di pantai utara Selat Hormuz dan kendali atas jalur utama menuju selat tersebut, Teheran memiliki pengaruh signifikan. Ancaman penutupan ini bukan hanya respons militer, tetapi juga kartu truf ekonomi yang dapat mengguncang stabilitas pasar energi internasional dan memicu krisis global yang lebih luas.

