Internationalmedia.co.id – News – Armada tempur siluman F-22 Raptor milik Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah tiba di pangkalan udara Israel pada Selasa (24/2) waktu setempat. Sebanyak 12 unit jet canggih ini mendarat di tengah memuncaknya ketegangan dengan Iran, memicu kekhawatiran akan potensi konflik berskala besar yang kian nyata di kawasan Timur Tengah. Kedatangan jet-jet tempur generasi kelima ini, yang dikenal dengan kemampuan siluman dan dominasi udaranya, menjadi sorotan utama dari serangkaian peristiwa global yang dihimpun internationalmedia.co.id pada Rabu (25/2/2026).
Pengerahan jet tempur F-22 ini, seperti dilaporkan oleh televisi lokal Israel KAN dan dikutip oleh Anadolu Agency, merupakan bagian dari strategi Washington untuk memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah. Kehadiran belasan pesawat tempur ini mengirimkan sinyal kuat di tengah gejolak geopolitik yang sedang berlangsung, seiring dengan meningkatnya retorika antara AS dan Iran.

Trump Tuding Iran Kembangkan Rudal Jangkau AS
Bersamaan dengan situasi di Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan tudingan serius terhadap Iran. Dalam pidato kenegaraannya, State of the Union, pada Selasa (24/2), Trump mengklaim bahwa Teheran sedang berupaya mengembangkan rudal yang mampu mencapai wilayah Amerika Serikat. "Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kita di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membuat rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat," tegas Trump. Klaim ini didukung oleh laporan Badan Intelijen Pertahanan AS pada tahun 2025 yang menyebut Iran berpotensi mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) pada tahun 2035, jika Teheran memutuskan untuk mengejar kemampuan tersebut.
AS Terima Puluhan Juta Barel Minyak dari Venezuela
Masih dari Gedung Capitol, Presiden Trump juga mengumumkan bahwa AS telah menerima lebih dari 80 juta barel minyak dari Venezuela. Klaim mengejutkan ini muncul setelah Washington menggulingkan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, pada Januari lalu, menandai pergeseran signifikan dalam hubungan kedua negara. "Kita baru saja menerima dari teman dan mitra baru kita, Venezuela, lebih dari 80 juta barel minyak," ujar Trump dalam pidatonya, sebagaimana dilaporkan AFP dan CNN.
PBB Sahkan Resolusi Damai Ukraina, RI-AS Abstain
Di panggung diplomasi internasional, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berhasil mengesahkan sebuah resolusi baru yang menyerukan terciptanya perdamaian yang komprehensif, adil, dan abadi di Ukraina. Resolusi berjudul "Dukungan untuk Perdamaian Abadi di Ukraina" ini disahkan meskipun ditentang keras oleh Rusia. Menariknya, Indonesia bersama puluhan negara lain, termasuk Amerika Serikat, memilih abstain dalam voting yang digelar saat sidang khusus darurat pada Rabu (25/2/2026), seperti dilansir situs resmi PBB, un.org, dan kantor berita Anadolu Agency. Resolusi tersebut mendesak "gencatan senjata segera, menyeluruh, dan tanpa syarat" untuk perang yang telah berkecamuk empat tahun terakhir, sekaligus menegaskan kembali komitmen PBB terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.
PM Jepang Terjerat Kontroversi Hadiah untuk Parlemen
Sementara itu, dari Jepang, Perdana Menteri Sanae Takaichi menghadapi sorotan tajam dan tekanan publik. Kontroversi muncul setelah terungkap bahwa dirinya menawarkan hadiah kepada para anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, menyusul kemenangan telak mereka dalam pemilu 8 Februari lalu. Menanggapi kritik, Takaichi, seperti diberitakan AFP, membantah penggunaan uang pajak untuk hadiah tersebut. Ia menjelaskan melalui media sosial X bahwa lebih dari 300 anggota parlemen LDP diberi pilihan barang dari katalog hadiah sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan mereka.
Berbagai peristiwa global ini menunjukkan dinamika kompleks hubungan internasional dan politik domestik yang terus bergerak, dengan potensi perubahan signifikan di berbagai belahan dunia.

