Internationalmedia.co.id – News – Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk NATO, Matthew Whitaker, dengan tegas menolak tuduhan yang menyebut AS sedang meruntuhkan tatanan dunia. Whitaker justru menyatakan bahwa pemerintahan Trump berupaya keras untuk membuat tatanan global tetap berkelanjutan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Whitaker dalam sebuah diskusi panel di Berlin, Jerman, pada Senin (9/2/2026), yang secara khusus membahas temuan dari laporan Konferensi Keamanan Munich.
Dalam forum diskusi tersebut, Whitaker tidak segan mengkritik laporan Konferensi Keamanan Munich yang sebelumnya telah memperingatkan tentang adanya pergeseran berbahaya dalam kebijakan luar negeri AS di bawah kepemimpinan Trump. Ia menegaskan bahwa kekhawatiran semacam itu sama sekali tidak memiliki dasar.

"Saya sepenuhnya menolak semua yang baru saja saya dengar. Saya tidak melihat adanya dunia yang sedang hancur," tegas Whitaker, yang menjabat sebagai Duta Besar AS untuk NATO, dalam panel diskusi tersebut. "Kami tidak berusaha untuk menghancurkan apa pun. Kami mencoba untuk membuatnya berkelanjutan, membuatnya berhasil."
Whitaker juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menegaskan kembali komitmen kuat AS terhadap keamanan kawasan Eropa. Ia menekankan bahwa pemerintahan Trump sangat menginginkan agar Eropa mengambil lebih banyak tanggung jawab dan berbagi beban dalam menjaga keamanan bersama. "Kami tidak berupaya membubarkan NATO. Kami berusaha membuat NATO lebih kuat, bukan untuk menarik diri atau menolak NATO, tetapi membuatnya berfungsi sebagai yang dimaksudkan, sebagai aliansi dari 32 sekutu yang kuat dan berkemampuan," jelasnya.
Di sisi lain, laporan Konferensi Keamanan Munich, yang dirilis pada hari yang sama, justru melukiskan gambaran yang kontras. Laporan tersebut memperingatkan bahwa politik "buldoser" ala Trump sedang meruntuhkan tatanan internasional yang telah mapan. Prediksinya, hal ini akan membuka jalan bagi dunia yang dibentuk oleh negara-negara kaya dan berkuasa, serta hegemoni regional.
Berjudul "Under Destruction", laporan tersebut berargumen bahwa tatanan internasional pascaperang yang telah dibentuk oleh AS selama lebih dari 80 tahun kini sedang runtuh akibat serangkaian kebijakan pemerintahan Trump. Konsekuensinya, keruntuhan ini diperkirakan akan berdampak besar pada eskalasi krisis dan konflik di seluruh dunia.
Para penyusun laporan menambahkan bahwa tantangan yang diberikan Trump terhadap tatanan internasional melampaui sekadar perubahan kebijakan. Mereka menyoroti bahwa pemerintahan Trump tidak lagi mempercayai sistem yang diciptakan setelah Perang Dunia II — yang didasarkan pada aturan universal, organisasi internasional, dan kerja sama antar demokrasi liberal — untuk melayani kepentingan AS.
Laporan Konferensi Keamanan Munich itu juga menyarankan agar Eropa meningkatkan upaya pengembangan kemampuan pertahanan di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan luar negeri Trump dan keraguan terhadap komitmen Washington pada NATO serta keamanan Eropa. Laporan ini rencananya akan menjadi salah satu topik utama dalam Konferensi Keamanan Munich ke-62 yang akan dimulai pada Jumat (13/2) mendatang di Munich, Jerman.

