Internationalmedia.co.id – News melaporkan pada Senin (2/2/2026), Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengeluarkan pernyataan yang menyoroti kondisi dunia yang semakin genting. Ia menegaskan bahwa Moskow tidak memiliki keinginan untuk terseret ke dalam konflik global, meskipun mengakui eskalasi ketegangan. Pernyataan Medvedev, yang pernah menjabat Presiden Rusia dari tahun 2008 hingga 2012 dan kini merupakan salah satu pejabat keamanan paling berpengaruh di Kremlin, menjadi sorotan utama di tengah serangkaian peristiwa internasional yang menarik perhatian pembaca internationalmedia.co.id hari ini.
Sementara itu, kabar duka datang dari Ukraina timur. Sebuah serangan drone Rusia pada Minggu (1/2) menghantam bus yang mengangkut pekerja tambang di wilayah Dnipropetrovsk, menewaskan sedikitnya 12 orang. Kepolisian setempat mengonfirmasi insiden mematikan ini, menyebut bus tersebut sedang melintas di dekat Ternivka, sebuah kota yang berjarak sekitar 65 kilometer dari garis depan pertempuran. Kepala administrasi militer regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, secara tegas menyatakan bahwa drone yang bertanggung jawab atas serangan itu adalah "drone musuh", merujuk pada pasukan Rusia, seperti dilansir AFP.

Di tengah ketegangan yang memanas dengan Iran, Pentagon menjadi saksi pertemuan rahasia antara jenderal-jenderal top Amerika Serikat dan Israel. Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, dan Jenderal Eyal Zamir, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, mengadakan pembicaraan tertutup pada Jumat (30/1) waktu setempat. Pertemuan yang baru terungkap ke publik pada Minggu (1/2) ini, seperti diungkapkan oleh dua pejabat AS yang enggan disebutkan namanya kepada Reuters, mengindikasikan adanya diskusi strategis penting di balik layar.
Informasi lanjutan dari pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Israel dilaporkan mendesak AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Namun, Presiden AS Donald Trump, menurut laporan media Turki TRT World, lebih condong pada jalur diplomasi. Tujuannya adalah untuk mencapai penghentian program nuklir Teheran melalui negosiasi, bukan konfrontasi militer.
Dari belahan dunia lain, sebuah insiden mengejutkan terjadi di stasiun kereta api Sydney, Australia. Kemunculan tiba-tiba seekor ular di salah satu peron memicu kepanikan di kalangan penumpang pada Minggu (1/2) malam. Banyak yang memilih untuk menjauh atau bahkan berlari, menunjukkan bahwa bahkan di area publik pun, keberadaan satwa liar masih bisa menimbulkan kegemparan. Video yang beredar, seperti dilaporkan AFP, memperlihatkan ular berukuran kecil tersebut menggeliat di peron, menjadi pengingat akan keunikan ekosistem Australia.
Pernyataan Medvedev sebelumnya, yang disampaikan dalam wawancara dengan beberapa media termasuk Reuters, TASS, dan blogger perang Rusia WarGonzo di kediamannya di luar Moskow, menegaskan kembali pandangannya bahwa dunia sedang menghadapi periode yang semakin berbahaya. Namun, ia menekankan bahwa Rusia tidak berniat untuk menjadi bagian dari konflik global yang lebih luas.

