Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Kaukasus Selatan memanas setelah empat warga Azerbaijan dilaporkan terluka akibat serangan drone yang terjadi baru-baru ini. Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, dengan tegas menuduh Iran berada di balik insiden tersebut, menyebutnya sebagai ‘aksi terorisme’ dan bersumpah akan melancarkan serangan balasan yang setimpal.
Dalam pertemuan dewan keamanan, seperti dilansir oleh kantor berita AFP, Aliyev tidak menyembunyikan kemarahannya. "Ini adalah aksi teror dari pihak Iran terhadap wilayah Azerbaijan," ujarnya, seraya menginstruksikan militer negaranya untuk bersiap. Ia menegaskan bahwa pasukan Azerbaijan harus berada pada tingkat mobilisasi tertinggi dan siap melakukan operasi apa pun sebagai respons terhadap agresi ini.

Namun, tuduhan serius ini segera dibantah oleh Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, melalui kantor berita Tasnim Iran yang dikutip oleh Aljazeera, membantah keras bahwa Teheran menargetkan Azerbaijan. "Republik Islam Iran tidak menargetkan Republik Azerbaijan," tegas Gharibabadi.
Gharibabadi menjelaskan bahwa serangan drone yang terjadi, termasuk dua drone yang dilaporkan menyerang wilayah otonom Nakhchivan dan bangunan bandara di sana, sebenarnya menargetkan pangkalan militer musuh-musuh Iran yang aktif di wilayah tersebut. Ia secara spesifik menyebut pangkalan milik Amerika Serikat dan Israel sebagai sasaran utama, bukan negara tetangganya.
Insiden yang terjadi pada siang hari itu melibatkan setidaknya dua drone yang terbang dari wilayah Iran menuju Nakhchivan, sebuah eksklave Azerbaijan yang berbatasan langsung dengan Iran dan dipisahkan dari daratan utama Azerbaijan oleh Armenia. Serangan tersebut dilaporkan melukai warga sipil di dekat bandara dan sebuah sekolah, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang lebih luas.

