Internationalmedia.co.id – News – Sebuah serangan drone Rusia yang brutal kembali mengguncang kota Bogodukhiv di Ukraina pada Rabu (11/2) waktu setempat, menewaskan empat warga sipil. Tragedi memilukan ini merenggut nyawa seorang ayah dan ketiga anaknya yang masih balita, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas.
Menurut keterangan dari kantor jaksa regional, insiden memilukan ini terjadi ketika sebuah drone Rusia menghantam sebuah rumah tinggal pribadi di sebelah timur Bogodukhiv, sebuah kota yang berlokasi strategis dekat perbatasan Rusia. Korban tewas meliputi dua anak laki-laki berusia satu tahun dan seorang anak perempuan berusia dua tahun. Sang ayah, yang diidentifikasi berusia 34 tahun, juga meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya, menjadikan jumlah korban tewas menjadi empat orang.

Seluruh keluarga dilaporkan berada di dalam kediaman saat drone menghantam. Akibatnya, rumah tersebut hancur lebur dan dilalap api, memerangkap para korban di bawah puing-puing, seperti diungkapkan jaksa setempat melalui pernyataan di Telegram.
Istri dari pria yang tewas dan ibu dari ketiga balita tersebut, yang sedang hamil delapan bulan, juga menjadi korban luka-luka. Ia dilaporkan menderita cedera otak traumatis, barotrauma telinga, dan luka bakar termal akibat ledakan dahsyat tersebut.
Pihak kejaksaan regional telah mengambil langkah dengan meluncurkan penyelidikan pra-persidangan, fokus pada dugaan "tindak pidana perang yang mengakibatkan kematian warga sipil." Serangan ini terjadi di Bogodukhiv, sebuah kota di wilayah Kharkiv, yang belakangan ini memang menjadi titik panas. Pasukan Rusia dilaporkan telah meningkatkan intensitas serangan mereka di area tersebut, menargetkan infrastruktur vital seperti transportasi dan energi Ukraina.

