Ketegangan di langit Uni Emirat Arab kembali memuncak setelah dua unit drone dilaporkan jatuh di sekitar area Bandara Internasional Dubai (DXB) pada Rabu pagi. Insiden ini, seperti dilansir Internationalmedia.co.id – News, mengakibatkan setidaknya empat individu mengalami luka-luka.
Kantor Media Dubai mengonfirmasi bahwa seluruh korban luka adalah warga negara asing. Tiga di antaranya mengalami luka ringan, yakni dua warga Ghana dan satu warga Bangladesh. Sementara itu, satu warga India dilaporkan mengalami luka sedang.

Meskipun demikian, pihak berwenang melalui Kantor Media Dubai menegaskan bahwa lalu lintas udara di Bandara Internasional Dubai tetap beroperasi secara normal dan tidak mengalami gangguan signifikan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi regional yang signifikan. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone ke target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Bandara Internasional Dubai sendiri bukan kali pertama menghadapi insiden serupa. Pada 1 Maret lalu, salah satu ruang tunggu di bandara tersebut sempat mengalami kerusakan ringan, yang menyebabkan empat staf bandara terluka dan segera mendapatkan perawatan medis.
Menurut laporan dari Gulf News, baik DXB maupun Bandara Internasional Al Maktoum (DWC), bandara utama lainnya di Dubai, telah melanjutkan sebagian operasionalnya sejak 7 Maret setelah sempat mengalami gangguan singkat. Namun, para pelancong masih diimbau untuk tidak menuju bandara kecuali mereka telah menerima konfirmasi penerbangan dari maskapai, mengingat jadwal yang masih dapat berubah sewaktu-waktu.

