Ketegangan di Kaukasus Selatan memanas setelah setidaknya dua drone yang diyakini berasal dari wilayah Iran dilaporkan menghantam area vital di Azerbaijan pada Kamis lalu. Insiden ini, yang menyebabkan dua warga sipil terluka dan kerusakan infrastruktur, segera memicu respons keras dari Baku. Internationalmedia.co.id – News mencatat bahwa Azerbaijan telah memanggil utusan diplomatik Iran untuk menyampaikan protes keras, sekaligus mengancam akan mengambil tindakan balasan.
Serangan yang terjadi pada siang hari itu menargetkan wilayah eksklave Nakhichevan, yang berbatasan langsung dengan Iran dan terpisah dari daratan utama Azerbaijan oleh Armenia. Menurut Kementerian Luar Negeri Azerbaijan, satu drone jatuh di terminal Bandara Nakhichevan, sementara drone lainnya mendarat di dekat gedung sekolah di desa Shekerabad.

Kementerian Luar Negeri Azerbaijan mengonfirmasi bahwa insiden tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada fasilitas bandara tetapi juga melukai dua warga sipil. Sebagai respons cepat, utusan diplomatik Iran di Baku dipanggil untuk menerima "protes keras" dari pemerintah Azerbaijan.
Pemerintah Azerbaijan menegaskan bahwa serangan semacam ini "bertentangan dengan norma dan prinsip hukum internasional serta berkontribusi pada peningkatan ketegangan di kawasan." Mereka juga secara eksplisit menyatakan bahwa "Azerbaijan berhak untuk mengambil tindakan balasan yang sesuai."
Nada yang lebih tegas datang dari Kementerian Pertahanan Azerbaijan, yang mengumumkan bahwa negara itu "sedang mempersiapkan langkah-langkah pembalasan yang diperlukan untuk melindungi integritas teritorial dan kedaulatan negara kami, serta untuk memastikan keselamatan warga sipil dan infrastruktur sipil." Mereka menambahkan dengan tegas, "Aksi serangan ini tidak akan dibiarkan begitu saja."
Insiden ini terjadi di tengah gelombang serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap target-target yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari. Teheran dilaporkan menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS.
Ketegangan terbaru ini juga tidak terlepas dari kekhawatiran lama Iran bahwa Israel, sekutu dekat Azerbaijan, dapat memanfaatkan wilayah Azerbaijan untuk melancarkan serangan terhadap Teheran. Meskipun demikian, pada Juni tahun lalu, Azerbaijan telah meyakinkan Iran bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk tujuan tersebut, menyusul serangan besar-besaran Israel yang memicu konflik 12 hari. Situasi ini menyoroti kompleksitas hubungan regional dan potensi eskalasi konflik di Kaukasus Selatan, dengan mata dunia kini tertuju pada langkah selanjutnya dari kedua negara.

