Tel Aviv – Ketegangan di Timur Tengah memuncak setelah serangan rudal Iran menghantam jantung Israel semalam, menewaskan dua warga sipil di dekat pusat perdagangan vital Tel Aviv. Serangan ini, yang dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News dari AFP, diklaim sebagai balasan langsung atas kematian Dr. Ali Larijani, kepala keamanan Iran, yang sebelumnya diklaim dibunuh oleh Israel.
Dua jasad ditemukan di Ramat Gan, sebuah kota di pinggiran Tel Aviv, sementara satu warga lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru di Bnei Brak, kota lain di wilayah Tel Aviv. Dampak serangan begitu meluas hingga menyebabkan penangguhan total operasional kereta api nasional Israel. Perusahaan kereta api mengumumkan bahwa pecahan peluru telah merusak peron di stasiun utama Tel Aviv, memaksa penghentian sementara layanan di seluruh negeri, meskipun tidak ada korban jiwa dilaporkan di stasiun tersebut.

Rekaman dari Ramat Gan menunjukkan petugas polisi, tim penyelamat, dan personel militer bekerja di jalanan yang dipenuhi puing-puing. Layanan medis darurat Magen David Adom Israel mengkonfirmasi penemuan dua korban tewas di lokasi kejadian, menggambarkan pemandangan asap mengepul dari bangunan yang rusak parah dengan pecahan kaca berserakan. Di Bnei Brak, seorang pria mengalami luka ringan akibat pecahan peluru, kata layanan medis. Gambar-gambar yang dibagikan oleh Magen David Adom lebih lanjut memperlihatkan kerusakan signifikan di beberapa titik, termasuk mobil yang terbakar, kendaraan yang hancur, dan sisa-sisa amunisi.
Polisi Israel menyatakan bahwa tim penjinak bom mereka sibuk menangani puing-puing amunisi di berbagai lokasi di distrik Tel Aviv. Sementara itu, Komando Pertahanan Dalam Negeri juga mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan mereka ke beberapa lokasi di Israel tengah yang menerima laporan dampak.
Serangan balasan ini terjadi setelah Israel pada Selasa (17/3/2026) melancarkan pemboman berat di wilayah Iran dan Lebanon. Garda Revolusi Iran secara terbuka menyatakan bertanggung jawab atas peluncuran rudal ke Israel tengah, menegaskan bahwa tindakan ini adalah "pembalasan atas darah martir Dr. Ali Larijani dan para pengikutnya." Larijani, yang merupakan kepala keamanan top di Iran, diklaim tewas oleh Israel pada Selasa (17/3), sebuah klaim yang kemudian dikonfirmasi oleh Teheran.
Insiden mematikan ini meningkatkan jumlah korban tewas akibat serangan rudal di Israel menjadi 14 orang sejak pecahnya perang Timur Tengah akhir bulan lalu, menandai eskalasi serius dalam konflik regional yang semakin memanas.

